Ayunan Terakhir Patrialis Sebelum Masuk Teralis

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Patrialis Akbar ditahan KPK (Foto: Wahyu Putro/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Patrialis Akbar ditahan KPK (Foto: Wahyu Putro/Antara)

Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar disebut bermain golf sebelum ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu malam (25/1). Sejak pagi, Patrialis sudah merumput di lapangan Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur. Berikut penelusuran wartawan kumparan Anggi Dwiky Darmawan.

"Pak Patrialis bermain bersama dua temannya, Pak Toto dan satu lagi saya lupa namanya," kata Komeng, caddy golf, ketika ditemui di tempat kerjanya, Jumat (27/1). Selama bermain golf, Patrialis ditempel Komeng. Adapun Komeng menjadi caddy bagi Patrialis sejak 2009, ketika mantan politikus Partai Amanat Nasional itu menjabat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Patrialis keluar dari tempat golf sekitar pukul 10.20 WIB. Siapa sangka, 20 menit sebelumnya, tim penyidik KPK menangkap Kamaludin persis di tempat golf itu. "Tapi saya bisa pastikan, Pak Patrialis tidak bermain golf bersama Pak Kamal," ujar Komeng setelah ditunjukkan foto Kamaludin.

Penangkapan Kamaludin disaksikan seorang pegawai Jakarta Golf Club yang enggan disebutkan namanya. "Pak Kamal datang sendiri, tapi ketika pulang ia diapit oleh dua laki-laki berbaju batik dan seorang perempuan," kata dia.

Kamaludin, menurut pegawai tadi, dibawa keluar dari tempat golf dengan menumpang mobil Toyota Fortuner berwarna hitam miliknya. Yang menyopir adalah salah satu laki-laki yang mengenakan batik. Padahal ketika datang, Kamaludin menyetir sendiri mobil itu.

Operasi senyap itu tak menimbulkan kecurigaan. Bahkan, Patrialis yang keluar dari lokasi golf 20 menit setelahnya pun terlihat biasa saja, seolah-olah tak terjadi apa-apa. Patrialis pulang menumpang mobilnya dengan kawalan polisi--seperti kebiasaannya. "Pak Patrialis pulang sendiri, biasa saja suasananya," katanya.

Pagi keesokan harinya, Kamis (26/1), publik digegerkan dengan penangkapan Patrialis. Rupanya, penyidik KPK membuntuti Patrialis dari tempat golf, dan menangkap dia ketika berbelanja di Mal Grand Indonesia sekitar pukul 21.30 WIB.

Belakangan diketahui, Kamaludin merupakan teman dekat Patrialis. KPK mengenakan status tersangka kepada keduanya. Tuduhannya tak main-main, Patrialis disangka menerima suap dan perantara suap itu adalah Kamaludin.

Patrialis Akbar ditahan (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Patrialis Akbar ditahan (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)