Babak Akhir Kasus Mayat 7 Remaja di Kali Bekasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tempat penemuan 7 mayat remaja di Kali Bekasi. Foto: Subhan Zainuri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tempat penemuan 7 mayat remaja di Kali Bekasi. Foto: Subhan Zainuri/kumparan

Polisi mengumumkan identitas 7 orang remaja yang tewas tenggelam di Kali Bekasi, saat penggerebekan tawuran pada 22 September lalu.

Identitas ketujuh korban terungkap berdasarkan identifikasi postmortem dan antemortem yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati.

Berikut identitas ketujuh korban tewas, seperti disampaikan Kasatreskrim Polres Bekasi, Kompol Audy Joize Oroh dalam jumpa pers di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (4/10):

  • Rizki Ramadhan (15), alamat Ciketing Selatan, Kelurahan Ciketing Udik, Bantargebang, Bekasi

  • Rido Darmawan, alamat Kampung Kedunggede, Bekasi

  • Muhammad Rizki, alamat Kampung Bojong Menteng, Kota Bekasi

  • Rizki Dwi Cahyo, alamat Ciketing Selatan, Ciketing Udik, Kota Bekasi

  • Muhammad Farhan, alamat Kelurahan Pendurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi

  • Ahmad Davi, alamat Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi

  • Vino, alamat Kelurahan Pendurenen, Mustika Jaya, Bekasi

Siapa Mereka?

Kantong-kantong jenazah berizi 7 mayat yang ditemukan mengambang di Kali Bekasi, Jatiasih, Minggu (22/9/2024). Foto: Rezas Ale/ANTARA FOTO

Dari penyelidikan yang kami lakukan, kami mengambil kesimpulan bahwa benar telah terjadi perkumpulan anggota gangster dalam rangka ulang tahun Geng Cikunir All Star," ujar Andy.

Dari identifikasi forensik dan autopsi, dapat disimpulkan bahwa ketujuh remaja tersebut meninggal dunia karena tenggelam.

"Bahwa benar Anggota Patroli Perintis Presisi Metro Bekasi Kota hadir ke tempat berkumpulnya anggota (remaja) tersebut, mengamankan 22 orang, sebagian besar lain melarikan diri melompat ke sungai dan berlari ke arah lain," lanjut Audy.

Minum Alkohol dan Tenggelam

Salah satu dari 22 orang itu kemudian terindikasi memakai narkoba, berdasarkan hasil tes urine. Menurut Audy, para remaja ini pun mengkonsumsi alkohol.

"Dari keterangan saksi, kami memperoleh fakta bahwa sebelumnya mereka telah berkumpul dan di sana mereka mengkonsumsi alkohol, kemudian mereka geser ke Cipendawa juga minum alkohol," ujar Audy.

"Dapat disimpulkan dari hasil pemeriksaan luar autopsi dan toksikologi dari ketujuh jenazah ini meninggal karena tenggelam," kata Audy.

Polisi Tak Langgar Etik

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam, saat memberi keterangan terkait perkembangan beberapa kasus di Polda Metro Jaya. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Propam Polda Metro Jaya telah memeriksa anggota patroli tim perintis Polres Metro Bekasi yang mengamankan tawuran di Bekasi pada 22 September lalu. Dalam peristiwa ini, 7 orang remaja ditemukan tewas tenggelam di Kali Bekasi.

Apa hasilnya?

"Berdasarkan pemeriksaan dari bid propam polda metro jaya, terhadap para petugas yang melaksanaakan patroli hasilnya adalah tidak ditemukan adanya pelanggaran kode etik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam.

Kasatreskrim Polres Bekasi Kompol Audy Joize Oroh di kesempatan yang sama memberikan klarifikasi terkait adanya suara tembakan yang didengar saat penggerebekan.

"Ini dari keterangan seluruh saksi, ada 22 saksi yang diamankan, ada tambahan dari satu saksi dan datang ke kami menambahlan keterangan. Menurut saksi, dia tidak mendengar suara tembakan, dari tim patroli sendiri tidak ada yang mengeluarkan tembakan," jelas Audy.