Babak Baru Kasus Bayi Tertukar di Bogor: Kedua Keluarga Akhirnya Jalani Tes DNA

22 Agustus 2023 5:18 WIB
·
waktu baca 3 menit
Siti dan keluarga usai tes DNA untuk mengetahui apakah bayinya benar-benar tertukar atau tidak. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Siti dan keluarga usai tes DNA untuk mengetahui apakah bayinya benar-benar tertukar atau tidak. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kasus bayi tertukar di Bogor memasuki babak baru. Sebelumnya, Siti Mauliyah dan Muhammad Tabrani yakin bayi yang mereka rawat selama hampir satu tahun terakhir tertukar saat lahiran di RS Sentosa Bogor.
ADVERTISEMENT
Siti sebelumnya sudah melakukan tes DNA dan dari hasil itu diketahui bahwa bayi laki-laki tersebut bukan anak kandungnya. Kini tes DNA silang bakal dilakukan di Puslabfor Polri dengan melibatkan Ibu D atau Dian (sebelumnya disebut Ibu B) yang diduga menerima bayi Siti.
Dian sebelumnya sudah dua kali mendapatkan undangan untuk tes DNA dari RS Sentosa, namun keduanya ditolak karena ia yakin anaknya tak tertukar. Namun kini Dian bersedia datang didampingi suami dan kuasa hukumnya.
Dian dan keluarga usai tes DNA untuk mengetahui apakah bayinya benar-benar tertukar atau tidak. Foto: Dok. Istimewa
Kedua keluarga itu tampak keluar dari gedung Puslabfor, Senin (21/8) siang tanpa berinteraksi satu sama lain. Dian tampak memeluk erat bayi yang ia gendong, sedangkan bayi lainnya didekap erat oleh suami Siti, Tabrani.
"Enam orang yang dites DNA silang. Tadinya mau tes sendiri, tapi kami inginkan tes DNA silang agar langsung ketahuan ada dimana anak Bu Siti," jelas kuasa hukum Siti, Rusdi Ridho.
ADVERTISEMENT
Rusdi juga merespons positif karena Dian akhirnya bersedia melakukan tes DNA. Ia berharap dengan tes DNA ini, kasus tersebut bisa segera berakhir dan menemukan titik terang.
"Kita menunggu hasilnya dari Puslabfor. Mungkin nanti tiga hari lagi, baru hasilnya ya. Dadi dites DNA silang, dengan swab air liur, bukan dengan darah," ungkap Rusdi.

Kronologi Kasus Bayi yang Tertukar

Kuasa hukum dan Ibu Siti, orang tua bayi yang ketuker di rumahnya di Bogor, Sabtu (12/8/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Siti melahirkan bayi laki-laki dengan persalinan sesar di RS Sentosa Bogor pada 18 Juli 2022. Di saat yang sama, ada ibu lainnya, Dian, yang juga melahirkan bayi laki-laki di saat yang sama.
Siti dan bayinya ditempatkan di ruangan berbeda, namun ia sempat menyusui bayinya di hari pertama usai melahirkan.

19 Juli 2022

Saat menyusui di hari kedua, Siti merasa wajah bayi dan bedongnya berubah. Bayi tersebut menggunakan bedong merah muda, padahal yang Siti berikan warnanya kuning. Bayi yang ia gendong juga sempat menolak disusui.
ADVERTISEMENT
Siti sempat bertanya kepada suster, namun ia tak mendapatkan jawabannya.

20 Juli 2022

Siti dan suaminya pulang membawa bayi mereka. Namun bayi yang mereka gendong mengenakan gelang dengan nama pasien Ibu Dian, bukan Ibu Siti. Hal ini membuat Siti semakin bertanya-tanya dan risau.

21 Juli 2022

Dua orang perawat RS Sentosa mendatangi rumah Siti untuk menanyakan gelang pasien. Namun Siti tak ingat di mana ia menyimpan gelang itu.

26 Juli 2022

Gelang yang ia cari akhirnya ketemu. Siti dan adiknya, Yuni, lalu datang ke RS Sentosa untuk mengembalikan gelang atas nama Dian itu.
Saat mengembalikan gelang itu, Siti sempat meminta ditunjukkan rekaman CCTV untuk memastikan apakah bayinya tertukar atau tidak. Namun permintaannya tak digubris.
ADVERTISEMENT

Oktober 2022

Karena terus memikirkan bayinya, Siti kembali ke rumah sakit ditemani oleh Yuni. Di sana, mereka mendapatkan alamat Dian. Ia pun langsung ke sana dan histeris saat melihat bayi yang digendong Dian.

Mei 2023

Siti dihubungi oleh RS Sentosa dan diminta melakukan tes DNA. Dari hasil tes itulah Siti tahu bahwa anak yang ia rawat selama 11 bulan bukan anak kandungnya.
Pihak RS juga sempat mengundang Dian dua kali, namun ditolak.

11 Agustus 2023

Karena tak kunjung menemukan titik terang, Siti lalu melaporkan kasus ini ke Polres Bogor. Harapannya, anak kandungnya bisa segera kembali ke pelukannya.

21 Agustus 2023

Buntut dari kasus ini, sebanyak 15 orang tenaga kesehatan di RS Sentosa Bogor mendapatkan sanksi. Rinciannya, 10 orang diberi surat peringatan, dan sisanya dinonaktifkan dari pekerjaan dan dialihkan ke bagian administrasi.
ADVERTISEMENT