Babak Baru Penembakan di Tol Bintaro

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock

Kasus penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (26/11) pukul 19.00 WIB terungkap. Pelakunya adalah seorang polisi yang bertugas di Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya, Ipda OS.

Saat ini, OS tengah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Metro Jaya. Tujuannya untuk mendalami betul apa yang sebenarnya terjadi saat itu hingga akhirnya penembakan terjadi.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, sebelum terjadi penembakan, rupanya ada peristiwa yang mendahuluinya.

Pada 26 November 2021, ada laporan dari warga yang merasa dirinya terancam karena terus diikuti oleh seseorang. Warga itu belakangan diketahui berinisial O. Ada yang menyebut O merupakan staf anggota DPRD DKI Jakarta, tapi polisi masih mendalami ini.

O yang merasa terus dibuntuti melaporkan kekhawatiran itu ke rekannya, Ipda OS, melalui telepon.

"Peristiwa itu dilatarbelakangi adanya laporan warga yang merasa dirinya terancam. Kenapa? Karena orang itu, si pelapor, diikuti dari mulai satu hotel di Sentul kemudian diikuti oleh beberapa unit mobil. Karena dirinya merasa terancam orang itu melaporkan ke kepolisian," jelas Ade saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/11).

Setelah mendapatkan laporan itu, Ipda OS lalu mencoba mengikuti mobil O.

Setibanya di exit tol Bintaro, Ipda OS menghentikan salah satu mobil yang diduga menguntit O. Sementara 2 lainnya kabur.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. Foto: Dok-Polres Jaksel

Ipda OS Mengaku Hendak Ditabrak Korban

Keributan terjadi antara OS dan 2 orang yang ada di satu mobil. Keduanya, yakni PP dan MA. OS akhirnya mengeluarkan tembakan dan mengaku sebagai polisi. OS mengaku hendak ditabrak dua orang itu sehingga melepaskan tembakan ke PP dan MA.

"Terjadilah ribut di situ dan kemudian [saksi] mendengar satu tembakan, [OS] mengakui polisi. [Polisi itu] mau ditabrak, terjadi tembakan 2 kali mengenai 2 korban," ujar Ade.

PP dan MA kemudian dibawa ke RS Polri untuk menjalani perawatan. PP akhirnya meninggal dunia.

Kombes Pol Endra Zulpan saat menyampaikan apresiasinya terkait Reuni 212 yang batal digelar di Jakarta, Selasa (30/11). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Ada Kabar Pelapor yang Kontak Ipda OS adalah Staf DPRD DKI, Polisi Dalami

Ada kabar pelapor itu seorang pria berinisial O, yang kabarnya juga sebagai staf di DPRD DKI Jakarta.

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan menjawab diplomatis. Menurut dia, kasus ini masih terus didalami polisi.

"Nanti masih didalami dulu. Nanti, masih pemeriksaan. Makanya, kan, tim dari Propam turun, Paminal turun," kata Zulpan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/11).

Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock

Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan

Teka-teki kasus penembakan di exit tol Bintaro terhadap dua orang pada 26 November 2021 akhirnya terungkap. Siapa sangka, pelaku penembakan yang menewaskan satu orang itu ternyata seorang polisi, yaitu Ipda OS.

Beredar kabar salah satu korban penembakan Ipda OS mengaku seorang wartawan. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan.

Namun, terkait benar tidaknya korban itu seorang wartawan, lanjut Zulpan, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini juga belum memberikan keterangan korban itu mengaku wartawan media mana.

"Korbannya ini ada yang wartawan, mengakunya, ya. Tapi nanti pendalamannya nanti oleh penyidik, ya," kata Zulpan kepada wartawan, Selasa (30/11).

Zulpan juga tak menjelaskan, korban yang mengaku wartawan itu, apakah yang meninggal dunia atau bukan. Dan tak dijelaskan juga dari media mana.

Walau kabarnya, korban adalah wartawan yang kerap berkeliling dari pos di balai kota DKI hingga ke kantor polisi.

"Nanti didalami dulu oleh penyidik," jelas Zulpan.