Babak Baru Tewasnya Editor MetroTV: Isu Hubungan Sejenis-Kesaksian Palsu Kekasih

Sepekan sudah jasad Yodi Prabowo, video editor MetroTV ditemukan di sisi Tol JORR, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sampai saat ini, pelaku pembunuhan Yodi belum juga ditangkap.
Ada sejumlah update perkembangan dalam kasus tewasnya Yodi Prabowo. Berikut kumparan rangkum:
Polisi Selidiki Isu Hubungan Sejenis
Sejumlah isu beredar dalam kasus tewasnya Yodi. Terbaru, ada kabar bahwa Yodi memiliki hubungan dengan sesama jenis.
Merespons hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan pihaknya akan mencoba mendalaminya.
“Nanti coba kita dalam semuanya ya. Dari keterangan saksi,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/7).
Polisi soal Pemeriksaan Pacar Editor MetroTV: Ada Keterangan yang Mungkin Bohong
Polisi sudah dua kali memeriksa kekasih editor MetroTV, Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah. Hal ini dilakukan untuk memastikan berbagai kemungkinan yang membuat Yodi Prabowo jadi korban pembunuhan.
Namun, ada sejumlah keterangan Suci yang dianggap berbohong saat menjalani pemeriksaan.
“Ada beberapa hal yang sifatnya mungkin bohong. Tapi kami masih mencocokkan dengan beberapa bukti,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto kepada wartawan, Jumat (17/6).
Menurut Irwan, ada beberapa pernyataan Suci yang tak sesuai dan tak membantu banyak dalam penyelidikan.
“Kami menilai itu keterangannya tidak sesuai lah. Artinya beberapa keterangan itu kan kita mengerucut ke pelaku. Ada hal-hal yang sifatnya dari pihak saksi atau kerabat korban itu tidak sesuai,” ujarnya.
Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Ponsel Yodi
Sejumlah barang bukti masih terus dipelajari, termasuk memeriksa ponsel Yodi dan pisau yang ditemukan di lokasi.
“Mudah-mudahan ada titik terang, ada petunjuk di situ. Ada jejak [pelaku], mungkin ada komunikasi terakhir dengan siapa. Mudah-mudahan ada hasilnya. Itu yang kita tunggu-tunggu hasilnya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKB Polisi Irwan Susanto, kepada wartawan, Jumat (17/6).
Terkait adanya sidik jari pelaku di pisau, polisi masih menunggu hasil Puslabfor Polri. Oleh karena itu, Irwan tidak bisa memberikan keterangan lebih detail.
“Sampai hari ini, kami belum dapat informasi bahwa dalam pisaunya yang ditemukan di TKP, yang diduga ada darah belum ada hasil. Secara lisan maupun administrasi bersurat dari labfor belum ada. Kami tunggu mudah-mudahan ada jejak. Itu yang kami tunggu,” jelasnya.
Selain dari ponsel dan pisau, hasil pemeriksaan CCTV turut membantu penyelidikan. Sejauh ini, ada sejumlah CCTV yang dari sekitar lokasi yang kembali ditelaah.
Forensik Periksa Rambut yang Ditemukan di Sekitar Jasad Yodi
Kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo, masih menjadi misteri. Kepolisian masih belum dapat mengungkap penyebab kematian Yodi Prabowo. Terlebih salah satu CCTV dari lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo kurang memberi petunjuk yang jelas.
Terbaru, tim dari Polda Metro Jaya menemukan rambut di sekitar lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR. Rambut itu kini tengah diperiksa laboratorium forensik.
"Terakhir tim Polda menemukan rambut, apakah rambut korban atau pelaku kita belum tahu. Jadi semua temuan-temuan kita serahkan ke laboratorium," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto, kepada wartawan, Jumat (17/7).
"Kita enggak boleh menduga-duga atau mungkin penyidik waktu itu kita enggak tau. Karena waktu itu sudah olah TKP," imbuh Irwan.
Polisi Duga Editor MetroTV Dibunuh di Lokasi Lain Sebelum Dibuang di Tol JORR
Polisi masih melacak kasus tewasnya video editor MetroTV, Yodi Prabowo, yang ditemukan di pinggir jalan Tol JORR pada Jumat (10/7) lalu. Ada dugaan Yodi tewas dibunuh di lokasi lain.
“Kami pun menduga begitu. Tapi kami sedang mencari. Kami tak bisa memastikan apakah dibunuh di lokasi atau dibunuh di tempat lain,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKB Polisi Irwan Susanto, kepada wartawan, Jumat (17/6).
Irwan mengatakan, di sekitar lokasi kejadian, ada sebuah warung yang biasa didatangi Yodi. Artinya, Yodi sudah mengenali lokasi itu sebelumnya.
Polisi juga sudah memeriksa pemilik warung. Untuk hasilnya, Irwan belum bisa menjelaskan secara rinci.
“Jadi di lingkungan sekitar TKP itu diduga ada yang mengenali. Artinya kami menilai bahwa korban pernah ke lokasi tersebut. Entah dengan temannya atau apa. Itu yang sedang kami cari,” ujar Irwan.
“Apakah hasilnya yang bersangkutan (saksi) itu jujur, memberikan keterangan dengan benar di hadapan penyidik, itu yang menjadi pernyataan, sehingga kami tentunya bukan hanya keterangan saja yang kita cari, tapi bukti pendukung dari kejujuran dari masing-masing keterangan,” tambahnya.
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Rekan Sekantor dalam Tewasnya Yodi
Polisi masih terus mengungkap motif di balik kasus tewasnya Editor MetroTV Yodi Prabowo. Polisi saat ini mendalami sejumlah dugaan di balik tewasnya Yodi Prabowo, termasuk keterlibatan rekan sekantor.
“Sampai saat ini kami sedang mencari itu (motif). Semua dugaan-dugaan itu tetap kita proses, kita ambil keterangan. Pemeriksaan-pemeriksaan itu adalah pemeriksaan awal,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto, kepada wartawan, Jumat (17/6).
Irwan menegaskan pihaknya masih mendalami semua dugaan, temuan, dan keterangan para saksi.
“Terus terang disampaikan ke rekan-rekan ini belum final. Bisa dua, tiga, empat, lima kali sampai kita bisa mensinkronkan antara temuan-temuan yang lain dengan keterangan,” jelasnya.
Selain dugaan keterlibatan rekan sekantor, muncul dugaan tewasnya Yodi Prabowo karena peliputan berita. Terkait hal ini, Irwan kembali menegaskan pihaknya tengah mendalami semua dugaan yang muncul.
“Sementara semua dugaan kita kerjakan (dalami),” jelasnya.
Polisi Periksa Saksi yang Punya Info Unik Soal Pembunuhan Editor MetroTV
Polisi masih terus bekerja mengungkap kasus kematian editor MetroTV, Yodi Prabowo. Mereka juga sudah memeriksa si 'orang ketiga' yang sempat disebutkan oleh pacar Yodi.
Hal ini sekaligus mengkonfirmasi ada 'orang ketiga' dalam hubungan Yodi dan kekasihnya.
"Ada dan sudah diperiksa. (orang ketiga)," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Irwan Setiawan kepada wartawan, Jumat (17/7).
Namun, polisi enggan mengungkap identitas dari yang dimaksud. Mereka hanya memberi satu petunjuk kepada wartawan, yakni orang ketiga ini menyimpan cerita yang 'unik'.
"Nanti ya, karena sedikit unik," kata Irwan.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
