Bacok Teman di Jalan Usai Kesal Ditagih Utang Rp 500 Ribu, Anak & Ayah Ditangkap

Supandang (40), pria warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban pembacokan temannya. Setelah ia mendatangi seseorang untuk menagih utang sebesar Rp 500 ribu.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Desa Tunggalcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (11/8). Korban mengalami luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuh, mulai leher hingga punggung.
Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, mengatakan kejadian itu diduga bermula saat korban tidak sengaja bertemu dengan temannya di jalan.
Kemudian, korban menagih utang kepada terduga pelaku dan terjadi perselisihan.
"Pelaku punya utang ke korban. Itu mungkin kurang lebih satu tahun. Cara bicaranya mungkin kurang enak. Korban bertemu dengan pelaku di perjalanan, kemudian terjadi carok," kata Ruslan kepada wartawan, Kamis (13/8).
Anak dan Ayah Ditangkap
Usai kejadian, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap dua orang yakni ayah dan anak bernama Riyadi (60) dan Kosnadi (35). Keduanya diketahui merupakan warga Desa Tunggakcerme, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Dari hasil pemeriksaan awal, pembacokan itu diduga dilakukan oleh Kosnadi. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman.
"Memang betul ada kejadian di wilayah hukum Polsek Wonomerto, pembacokan dua orang laki-laki yang diawali menagih utang. Sampai saat ini, salah satunya menjadi korban dan ada di rumah sakit, sedangkan satunya lagi sebagai tersangka sudah berhasil kami amankan," kata Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah.
Zainullah menyampaikan, dari pemeriksaan konflik itu memang dipicu karena persoalan utang piutang.
"Hasil pemeriksaan awal, peristiwa ini berawal dari masalah utang sisa Rp 500 ribu yang sedang ditagih oleh korban. Saat ini kedua tersangka masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mendalami motif pembacokan tersebut.
