Badai Melissa Ancam Hancurkan Jamaika, Warga Diminta Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Badai Melissa, yang telah berkembang menjadi badai Kategori 5, bergerak ke utara di Laut Karibia menuju Jamaika dan Kuba dalam citra satelit komposit yang diperoleh Reuters, Senin (27/10/2025). Foto: CIRA/NOAA/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Badai Melissa, yang telah berkembang menjadi badai Kategori 5, bergerak ke utara di Laut Karibia menuju Jamaika dan Kuba dalam citra satelit komposit yang diperoleh Reuters, Senin (27/10/2025). Foto: CIRA/NOAA/Handout via REUTERS

Pemerintah Jamaika meminta warga berlindung atau mengungsi ke tempat lebih tinggi, Senin (27/10). Peringatan itu disampaikan akibat ancaman badai Melissa.

Badai Melissa saat ini mengancam negara-negara kepulauan di Laut Karibia, seperti Jamaika, Haiti, Republik Dominika, dan Kuba bagian timur.

Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness mengatakan, badai Melissa bisa menyebabkan kehancuran besar. Bahkan berpotensi menjadi badai paling dahsyat dalam sejarah Jamaika.

Saat ini badai Melissa masih bergerak secara perlahan di Karibia. Namun, badai Melissa telah masuk kategori monster yaitu level lima.

Sebuah pohon palem bergoyang di tepi pantai Kingston saat Badai Melissa mendekat, di Kingston, Jamaika, Senin (27/10/2025). Foto: Octavio Jones/REUTERS

Sebelum Jamaika, badai Melissa lebih dulu menerjang Haiti dan Republik Dominika. Di Haiti sebanyak lima orang tewas karena badai tersebut.

Badai Melissa menurut para ahli membawa hujan deras dan angin kencang dengan kekuatan maksimal 280 kilometer per jam. Jika mencapai tenaga puncak level kehancuran badai Melissa menyamai badai Maria pada 2017 dan badai Katrina 2005.

Menteri Pemerintahan Lokal Jamaika, Desmond McKenzie, mengatakan mereka punya 880 tempat penampungan. Tapi hanya 110 yang mampu menampung pengungsi.

“Kami seharusnya sudah bisa menerima orang-orang sekarang. Saya ingin mendesak warga di gereja-gereja untuk mengungsi ke dataran tinggi,” ucap McKenzie seperti dikutip dari Reuters.

Sebuah pohon tumbang tergeletak di jalan saat hujan turun, saat Badai Melissa mendekat, di Kingston, Jamaika, Senin (27/10/2025). Foto: Octavio Jones/REUTERS
Orang-orang berdiri di sepanjang tepi laut Kingston saat Badai Melissa mendekat, di Kingston, Jamaika, Senin (27/10/2025). Foto: Octavio Jones/REUTERS

PM Andrew Holness mengungkap kawasan barat Jamaika adalah kawasan paling berisiko.

“Saya rasa tidak ada infrastruktur di wilayah ini yang mampu menahan badai Kategori 5, sehingga kemungkinan akan terjadi dislokasi yang signifikan," ujarnya.

“Evakuasi adalah tentang kebaikan nasional untuk menyelamatkan nyawa. Anda telah diperingatkan. Sekarang terserah Anda untuk menggunakan informasi itu untuk membuat keputusan yang tepat," kata dia.