Bagaimana Buronan Top Thailand Chaowalit Thongduang Masuk ke Indonesia?

2 Juni 2024 17:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Konferensi pers penangkapan buronan Thailand, Chaowalit Thongduang di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers penangkapan buronan Thailand, Chaowalit Thongduang di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Buronan paling dicari di Thailand, Chaowalit Thongduang, melarikan diri ke Indonesia. Ia ditangkap oleh Polri di Badung, Bali, pada Kamis (30/5).
ADVERTISEMENT
Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada mengungkapkan proses pelarian diri Chaowalit hingga kemudian berlabuh di Indonesia. Wahyu menyebut, Chaowalit masuk ke Indonesia sejak 8 Desember 2023 silam melalui jalur laut.
"Diketahui buronan tersebut dia masuk ke Indonesia pada 8 Desember 2023 melalui jalur perairan laut Thailand menggunakan speed boat 200 PK, memakan waktu perjalanan 17 jam," ujar Wahyu dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6).
Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti (kanan) bersama Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa (kiri) berikan keterangan saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Sesampainya di Indonesia, lanjut dia, Chaowalit dibantu oleh seseorang WNI berinisial FS, yang juga membantunya untuk membuat identitas palsu atas nama Sulaiman.
"Kemudian, sampai di Indonesia ada WNI inisial FS yang sebelumnya sudah dikenalkan saksi di Thailand untuk membantu buronan membuat identitas palsu sebagai WNI atas nama Sulaiman," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Identitas palsu tersebut berupa KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran sebagai penduduk Aceh Timur, dan untuk para pelaku ini masih dalam pencarian," lanjut Wahyu.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada (kanan) bersama Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu (2/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Wahyu menuturkan, Chaowalit juga berpindah-pindah tempat di beberapa apartemen dan hotel di Medan.
Dia juga berpindah lokasi hingga menuju Bali sejak 20 Mei. Diketahui, Chaowalit berada di Bali untuk berlibur.
"Kemudian diketahui juga buronan ini pindah-pindah tempat di beberapa apartemen dan hotel di Kota Medan serta beberapa kali juga berganti-ganti yang menemani. Kemudian buronan berada di Bali sejak 20 Mei untuk berlibur," pungkasnya.
Sebelumnya, dikutip dari Bangkok Post, Chaowalit Thongduang merupakan tahanan kasus percobaan pembunuhan terhadap seorang polisi dalam rangkaian percobaan penculikan pada 2 September 2019 di provinsi Phatthalung.
ADVERTISEMENT
Dia lalu divonis 20 tahun enam bulan oleh Pengadilan Phatthalung pada Januari 2022. Chaowalit lalu dipindahkan ke penjara Nakhon Si Thammarat pada 7 Agustus 2023.
Pada 20 Oktober 2023, Chaowalit dibawa sipir penjara ke RS Maharat Nakhon Si Thammarat untuk perawatan gigi. Setelah sampai di sana, dokter menunda pemeriksaan itu.
Saat hendak dibawa kembali ke Penjara, Chaowalit terjatuh ke lantai. Ia lalu dirawat di lantai 6 rumah sakit tersebut. Di tempat tidur kakinya diborgol, sementara ada 2 sipir yang ditugaskan untuk mengawasinya.
Pada Minggu 22 Oktober pagi, Chaowalit dilaporkan hilang. Polisi dan tentara Thailand ditugaskan membantu pencarian Chaowalit. Komandan penjara menawarkan hadiah 100 ribu Baht bagi yang mengetahui keberadaan Chaowalit.
ADVERTISEMENT
Sampai pada akhirnya Chaowalit ditangkap di Badung, Bali pada Kamis (30/5) pagi.
Chaowalit tercatat terlibat dalam 12 kasus kriminal. Kasus yang melibatkan Chaowalit di antaranya percobaan pembunuhan, penyusupan dan kepemilikan senjata ilegal, dan bahan peledak tingkat militer.