Bagaimana Cara Masyarakat Mendapatkan Plasma Darah untuk Pasien Corona?

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Penderita COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Per Rabu (23/12), kasus aktif corona, atau pasien yang masih menjalani perawatan maupun isolasi mandiri, berjumlah 106.528 orang.

Penanganan pasien corona terus digencarkan pemerintah. Seluruh fasilitas kesehatan harus memastikan pasien tertangani sesuai standar, sehingga dapat menekan kematian akibat COVID-19. Khususnya bagi pasien bergejala sedang ke berat.

Bagi pasien COVID-19 yang bergejala sedang hingga berat, salah satu penanganan yang bisa dilakukan adalah terapi plasma convalescent. Terapi ini menggunakan plasma darah pasien atau penyintas yang sudah sembuh dari corona.

Terapi ini akan memanfaatkan antibodi dari penyintas COVID-19 yang sudah terbentuk, untuk melawan infeksi di tubuh pasien yang kritis.

Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Terapi plasma convalescent ini akan berlangsung baik jika memenuhi tiga unsur, yakni pendonor sehat, produk baik, dan kondisi penerima plasma.

Sejumlah provinsi telah membuka layanan donor plasma darah bagi pasien COVID-19 yang telah sembuh. Di Jakarta, misalnya, bisa dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto.

Apa saja prosedur yang harus dijalani untuk mendapatkan donor plasma?

Seorang penyintas COVID-19 sekaligus dokter, dr Sriyanto, membeberkan cara memesan plasma darah dari RSPAD. Sebelumnya, ia pernah terinfeksi corona dan dirawat di RSUD Moewardi Solo.

Untuk memesan plasma darah, Sriyanto menjelaskan dibutuhkan sejumlah persyaratan. Apa saja itu?

"Syaratnya itu ada tiga. Pertama, surat permintaan, surat permintaan ini dibuat oleh dokter yang merawat saya. Kedua, bukti transfer ke RSPAD. Ketiga, KTP," ucap Sriyanto dalam Live Corona Update bersama kumparan, Jumat (11/12).

dr Sriyanto, penyintas COVID-19. Foto: Dok. dr Sriyanto

Menurut Sriyanto, untuk mendapatkan satu kantong plasma darah, ia harus mengeluarkan kocek Rp 2 juta. Total ia memesan dua kantong dengan masing-masing 200 cc.

"Satu kantong itu harganya Rp 2 juta dan harus diambil sendiri. Jadi saya mengirim salah satu karyawan ke sana untuk mengambil plasmanya," tuturnya.

Produk plasma darah juga harus disesuaikan dengan golongan darah pendonor dan penerima donor.

Namun, perlu diingat terapi plasma convalescent ini bukanlah sebagai pencegahan penularan corona. Melainkan imunisasi pasif bagi pasien dengan kondisi menengah ke berat.

Syarat Penyintas COVID-19 yang Ingin Donor Plasma Darah

Bagi Anda yang telah sembuh dari corona dan ingin mendonorkan plasma darahnya, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Yang utama adalah penyintas sudah dalam kondisi sehat dan tak memiliki potensi gangguan pada kualitas darah serta plasmanya.

Tak lupa, pendonor juga harus melengkapi berkas administrasi, salah satunya surat kesediaan mendonorkan plasma darah.

Sekjen PMI Sudirman Said. Foto: Dok. Pribadi

Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said menjelaskan, pendonor haruslah penyintas corona yang sudah sembuh dalam rentang waktu minimal 2 bulan.

"Prosedurnya harus menunggu untuk waktu tertentu sesudah dinyatakan sembuh. Pasien bisa melakukan donor beberapa kali, dengan jarak waktu yang ditetapkan," jelas Sudirman.

Sudirman juga tak lupa mengajak para penyintas corona untuk mendonorkan plasma darahnya. Sebab, donor plasma ini dinilai bisa menyelamatkan nyawa pasien yang masih berjuang melawan virus corona.

"Bila sudah sehat sepenuhnya, akan baik bagi para penyintas untuk mempertimbangkan donor plasma. Donor darah sehat bagi tubuh kita," tutup Sudirman.