BAGUNA PDIP Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolir di Aceh
2 Desember 2025 17:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan menyalurkan bantuan ke daerah terdampak banjir bandang yang masih terisolir di Aceh. Bantuan logistik di antaranya disalurkan ke Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, sampai ke Kabupaten Bener Meriah.
ADVERTISEMENT
Bantuan yang disalurkan berupa bahan makanan pokok, seperti beras, minyak goreng, obat-obatan, perlengkapan bayi, dan makanan cepat saji lainnya.
Bahan-bahan pokok diantar langsung Ketua Baguna DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini dari Jakarta. Ia terjun langsung mendistribusikan bantuan sekaligus memantau langsung kondisi wilayah terdampak.
Tidak hanya mendistribusikan, Baguna juga membangun beberapa posko pengungsian dan dapur umum di titik terdampak. Salah satunya di tiga di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Kecamatan Jangka salah satu wilayah di Aceh yang terdampak banjir bandang. Bahkan, menurut keterangan warga, mereka sempat tiga hari terisolir. Listrik padam. Sinyal mati. Tak ada pasokan makanan.
“Kami hanya bertahan dengan makanan mi instan dan telor,” kata Dedi Adi warga Desa Ule Ceu, Kec. Jangka, Bireuen, Selasa (2/12).
ADVERTISEMENT
Hingga lima hari pasca diterjang banjir, lanjut Dedi, desanya belum terjamah bantuan. Mereka hanya bertahan dengan sisa bahan makanan dan dalam kondisi tanpa air bersih. “Baru ini [bantuan Baguna PDI-P] yang masuk,” timpalnya.
Risma mendatangi langsung posko pengungsian Dedi dan ratusan warga lain. Selain membawa bantuan logistik makanan dan pakaian, ia juga membawa satu mobil tangki berisi air bersih.
Selaku eks Mensos, Risma mengaku tidak tahan bila tak turun langsung. Ia tak tenang mendengar kabar warga terisolir tanpa terjamah bantuan.
“Kita selalu sigap. Bahkan kita siap mengerahkan semua kemampuan kita untuk membantu,” kata Risma.
“Saya ditelepon langsung Ibu [Megawati Soekarnoputri] untuk turun langsung,” lanjut Risma.
Selain bantuan, Risma bahkan membawa langsung anggota Baguna yang ahli dalam penyelamatan korban bencana.
ADVERTISEMENT
Kondisi terkini di beberapa wilayah Aceh masih membutuhkan bantuan. Sejumlah wilayah terisolir, kekurangan logistik, karena banyak jembatan terputus. Baik ke arah Sumatra Utara maupun ke Banda Aceh. Tak adanya akses menyebabkan kelangkaan makan, bahan bakar, dan gas LPG.
