Bahagianya Ibunda Andi Angga Aktivis GSF Dengar Anaknya Dibebaskan Israel

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu dari Andi, relawan rumah zakat yang ditahan Israel. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ibu dari Andi, relawan rumah zakat yang ditahan Israel. Foto: Dok. kumparan

Israel telah membebaskan 9 WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Kabar ini pun sangat membahagiakan untuk keluarga salah satu aktivis, Andi Angga Prasadewa.

Kabar bahagia ini pertama kali diterima keluarga Angga oleh ibundanya, Sutrawati Kaharuddin (52), dari pihak GSF dan lembaga tempat anaknya bekerja, Rumah Zakat.

"Alhamdulillah, saya sudah mendapat kabar sejak kemarin. (Anak) saya sudah kembali, sudah dideportasi ke Turki, dan saat ini sudah berada di Turki," ujar Sutrawati kepada Kumparan, pada Jumat (22/5) malam.

Keluarga dan Angga pun sempat melakukan video call usai pembebasannya.

Dalam komunikasi singkat dengan sang ibunda, Angga bercerita sempat mengalami intimidasi dan kekerasan fisik selama dalam tahanan di Israel.

"Menurut penyampaian anak saya tadi, katanya memang di sana dia mengalami intimidasi dan tentunya ada kekerasan fisik. Ada sedikit memar di tubuhnya," ungkap Sutrawati.

Andi Angga Prasadewa saat berkomunikasi dengan Ibunda dan keluarga nya di Makassar Foto: Dok. Istimewa

Untungnya, kondisi Angga kini dilaporkan stabil dan sehat usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Turki. Sutrawati mengaku telah berkomunikasi dua kali dengan putranya tiga menit saat baru turun dari pesawat, dan sepuluh menit pada pagi harinya.

"Anak saya sehat secara keseluruhan. Walaupun ada sedikit mengalami memar di tubuhnya, tapi alhamdulillah baik-baik saja," tambahnya.

Sutrawati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah mengupayakan pembebasan Angga, terutama pemerintah Indonesia.

"Tentu pemerintah dalam hal ini yang paling utama telah menyelamatkan anak saya. Andil besar pemerintah sangat terasa untuk kebebasan anak saya," tegasnya.

Konjen RI di Istanbul bersama 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Foto: Instagram/ @menluri

Tidak lupa, ia juga berterima kasih kepada para koordinator Rumah Zakat dan Global Sumud Flotilla yang disebutnya tidak tidur demi memperjuangkan pembebasan para aktivis.

"Betul-betul mereka tidak tidur untuk memperjuangkan pembebasan anak saya beserta rekan-rekannya," tutupnya.