Bahlil: Kader HIPMI Ada di Hampir Semua Parpol, Enggak Perlu Dikotomi
·waktu baca 2 menit

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kader HIPMI saat ini tersebar di hampir seluruh partai politik.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/9).
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang lumrah karena organisasi tersebut sejak lama memiliki karakter yang dinamis dan terbuka.
"Nah dalam konteks politik, hampir semua kader HIPMI itu bertebaran di hampir semua partai politik. Pak Surya Paloh ada di NasDem," kata Bahlil.
Ia juga menyinggung latar belakang politik para ketua umum HIPMI dari periode ke periode yang berasal dari berbagai partai.
"Nah di HIPMI Pak, jujur saya katakan bahwa ketua-ketua umumnya sudah multi-partai. Dulu Ketum Oto di PAN, kemudian Ketum Maming PDIP, kemarin Ketum Akbar Golkar. Jadi kalau yang berikutnya yang lain, ya nggak apa-apa juga, memang HIPMI begitu," ujarnya.
Menurut Bahlil, HIPMI merupakan organisasi yang dinamis dan elastis dalam menghadapi perkembangan politik. Meski demikian, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, ia mengaku tetap meyakini kedekatan dan loyalitas para kader HIPMI terhadap partainya.
"Jadi HIPMI, HIPMI itu dinamis, elastis. Tetapi bagi saya yang notabenenya adalah Ketua Umum Partai Golkar, selama lambang HIPMI di bulatnya itu masih kuning, tidak pernah saya ragukan militansi dan cinta kepada Partai Golkar. Itu bagi saya, ya kan?" tuturnya.
Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak dijadikan sebagai sumber dikotomi. Menurutnya, politik seharusnya dijalankan secara cair dan tidak perlu dibawa dengan perasaan berlebihan.
"Jadi nggak perlu ada dikotomi. Politik itu harus dibawa dengan cair. Politik itu jangan apa ya, baper," tandas dia.
