Bahlil Sebut Parliamentary Threshold Idealnya 5 Persen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut angka 5 persen sebagai besaran yang ideal untuk parliamentary threshold atau ambang batas parlemen.

"Tapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocok lah ya," kata Bahlil saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9).

Bahlil mengatakan, usulan yang muncul dalam komunikasi tersebut beragam. Ada partai yang menginginkan ambang batas parlemen sebesar 6 persen, 7 persen, 5 persen, hingga di bawah angka tersebut.

"Kalau parliamentary threshold, dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengungkapkan komunikasi politik antarpimpinan partai politik terkait rencana revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan final.

Berbagai opsi yang mengemuka, termasuk usulan kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) masih sebatas tawaran gagasan dari masing-masing pihak.

Dia pun mengonfirmasi adanya pertemuan sejumlah ketua umum partai politik untuk mencermati rancangan awal regulasi kepemiluan tersebut. Materi yang dibahas dalam forum tersebut bersumber langsung dari inventarisasi awal yang disusun oleh Komisi II DPR RI.

“Memang betul ada pertemuan dari beberapa ketum-ketum, saya juga kurang pasti siapa saja yang hadir. Tetapi pada prinsipnya memang sudah ada paparan. Bahan yang dipaparkan adalah bahan dari Komisi II. Artinya, tugas kami di Komisi II memang membuat paparan yang disampaikan,” ujar Dede Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).