Bakal Tak Lagi Jadi Menteri Utama Skotlandia, Nicola Sturgeon Belajar Mengemudi
·waktu baca 2 menit

Menteri Utama Skotlandia yang akan segera turun jabatan, Nicola Sturgeon, menemukan aktivitas baru menjelang kehidupan barunya dari politik.
Kini, wanita berusia 52 tahun itu sedang mempersiapkan diri kembali untuk memulai belajar mengemudi — keinginannya yang sempat tertunda sejak beberapa tahun lalu.
Dikutip dari The Scotsman, kabar ini diungkap oleh salah seorang teman Sturgeon, Ricky Bell, dalam program BBC Nicola Sturgeon Podcast yang dipublikasikan pada Senin (27/3).
“Nicola Sturgeon sedang dalam tahap awal belajar mengemudi saat ia mempersiapkan diri untuk menjadi Menteri Utama Skotlandia,” ungkap Bell.
“Ini hanyalah bagian tak terpisahkan dari fase kehidupan berikutnya,” timpal Sturgeon dalam podcast tersebut.
Dia memberikan sinyal bahwa dia sudah siap untuk kehidupan usai melepas jabatannya yang sudah diduduki selama hampir delapan tahun itu — dan belajar mengemudi adalah tahapan awalnya.
“Berada di belakang kemudi adalah tentang mencapai sedikit kebebasan pribadi yang telah saya pilih untuk tidak saya dapatkan pada tingkat yang sama saat mengejar karier politik,” sambung dia.
Lebih lanjut, pemimpin partai berkuasa Scottish National Party (SNP) itu telah menjabat sebagai Menteri Utama Skotlandia sejak November 2014 — ketika referendum untuk menentukan nasib Skotlandia yang ingin menjadi negara berdaulat atau tetap tergabung dengan Britania Raya.
Namun, Sturgeon mengundurkan diri secara tiba-tiba pada Februari lalu, dengan alasan bahwa dia merasa tidak mampu memberikan energi apa pun lagi untuk pekerjaannya sebagai orang nomor satu di pemerintahan Skotlandia itu.
Sejak pengunduran diri Sturgeon diberitakan, pemungutan suara bagi para anggota parlemen SNP di penjuru Skotlandia pun digelar selama dua minggu.
Adapun suksesor Sturgeon terdiri dari tiga kandidat unggul asal partai SNP itu sendiri, yakni Menteri Kesehatan Humza Yousaf, Menteri Keuangan Kate Forbes dan Menteri Keselamatan Masyarakat Ash Regan.
Hasil perhitungan pemungutan suara akan diumumkan pada Senin (27/3) siang waktu setempat dan siapa pun penerus Sturgeon berikutnya, dia yakin bahwa sosok itu dapat melanjutkan visinya untuk mengadakan kembali referendum dan menceraikan Britania Raya.
