Balada Sate Beracun yang Diorder oleh Perempuan Misterius

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandiman (36) ayah dari anak berinisial N (8) meregang nyawa usai menyantap takjil sate ayam di Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (25/4).  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bandiman (36) ayah dari anak berinisial N (8) meregang nyawa usai menyantap takjil sate ayam di Sewon, Kabupaten Bantul, Minggu (25/4). Foto: Dok. Istimewa

Nasib nahas menimpa seorang bocah berusia 10 tahun di Bantul, Yogyakarta, berinisial N. Bocah itu tewas setelah menyantap sate ayam yang dibawa oleh ayahnya yakni Bandiman pada Minggu (25/4).

Bandiman bekerja sebagai sopir ojek online. Akan tetapi, sate ayam itu didapat oleh Bandiman dari order offline seorang perempuan yang mengaku 'Hamid dari Pakualaman'. di sekitar Mandala Krida Yogyakarta.

Harusnya sate itu diberikan kepada seseorang bernama Tomy di daerah Kasihan Bantul. Akan tetapi, sampai di lokasi Tomy sedang di luar kota.

Istri Tomy tidak mau menerima kiriman makanan tersebut lantaran merasa tidak tahu siapa pengirimnya. Begitu pula Tomy ketika saat itu dihubungi mengaku tidak kenal.

Istri Tomy lantas menganjurkan sate itu dibawa pulang saja. Bandiman pulang dan sate disantap keluarga. Bandiman dan anak pertamanya menyantap sate tanpa bumbu.

Sedangkan anak kedua Bandiman N kolaps ketika memakan sate beserta bumbunya. Sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawan N tidak tertolong.

Sate domba dan ayam ala Dapur Mamih Sateku Foto: Toshiko/Kumparan

Rasa Bumbu Sate Ayam Pahit dan Terasa Panas

Bandiman mengatakan, sate tersebut disantap bersama dengan dua anaknya. Anak pertamanya makan sate itu tanpa bumbu. Sementara itu, N makan lontong sate dilumuri dengan bumbu kecap.

Bandiman mengatakan sate tersebut disantap bersama dengan dua anaknya. Anak pertamanya makan sate itu tanpa bumbu. Sementara itu, N makan lontong sate dilumuri dengan bumbu kecap.

Berdasarkan diagnosis dokter, N keracunan. Penyebab keracunan itu masih menunggu hasil laboratorium.

kumparan post embed

Ciri Pemesan Sate

Bandiman membeberkan ciri-ciri perempuan pesan sate itu. Menurutnya, dia mengenakan jilbab krem.

"Ciri-ciri putih tinggi 160-an sentimeter pakai jilbab baju warna krem. Motor jenis apa tidak memperhatikan. Enggak pakai helm, enggak pakai masker. Masih muda 25 tahunan," kata Bandi.

Orang tersebut, lanjut Bandi, memintanya untuk mengantarkan paket takjil kepada orang bernama Tomy yang beralamat di Kasihan, Bantul. Orang itu berpesan, paket tersebut berasal dari Hamid di Kecamatan Pakualaman.

Paket itu berisi sate dan snack. Ia meminta order secara offline karena tidak memiliki aplikasi.

"Saya minta Rp 25 ribu (ongkos) saya dikasih Rp 30 ribu. Kembalinya katanya buat bapak saja," ujar Bandi.

Ilustrasi sate bumbu kecap Foto: Dok. Thinkstock

Polisi Buru Perempuan Pesan Sate

Polisi kemudian mengusut kasus ini. Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan, pihaknya mulai mencari rekaman CCTV untuk mencari identitas perempuan pemesan sate itu.

"CCTV masih kita pelajari untuk mencari perempuan dengan ciri-ciri seperti yang disampaikan Pak Bandiman," kata Ngadi.

Ia mengatakan, CCTV di lokasi perempuan misterius memberikan takjil ke Bandiman untuk dikirim memang minim. Untuk itu, anggota masih bergerak mencari CCTV yang kemungkinan menjadi jalur perempuan misterius tersebut.

"Ini masih random mencari jalur-jalur yang dimungkinkan untuk perjalanan pelaku ini," katanya.

kumparan post embed

Polisi juga mencari perempuan misterius berdasarkan informasi dari Bandiman. Perempuan itu saat bertemu Bandiman tidak mengenakan masker. Untuk usia diperkirakan 20-30 tahun.

"Perempuannya seperti yang digambarkan oleh Pak Bandiman. Umurnya 20-30 tahun lah," katanya.

Di sisi lain, polisi telah meminta keterangan Tomy. Dia adalah orang dengan alamat yang dituju si perempuan misterius. Saat itu Tomy sedang keluar kota, istri Tomy yang menemui Bandiman menolak paket takjil itu karena tidak mengenal pengirim.

kumparan post embed

Bumbu Sate Mengandung Racun Jenis C

Setelah diperiksa di laboratorium Labkesda DIY, terungkap bumbu sate ayam itu mengandung racun jenis C.

"Hasil sementara positif mengandung racun jenisnya C. Itu di bumbu. Jadi intinya di bumbu. Secara resmi belum dapat tembusan [laporan], tapi kita sudah dapatkan hasilnya," ujar Ngadi.

Namun Ngadi belum menjelaskan racun jenis C seperti apa karena masih menunggu hasil resminya.

"Langkah selanjutnya, nanti segera koordinasi dengan pihak laboratorium untuk mengirimkan hasilnya untuk proses penyidikan lebih lanjut," katanya.

Dengan munculnya hasil ini, Ngadi belum tahu apakah diperlukan autopsi pada jenazah N yang sudah dimakamkan. Pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan kejaksaan.

"Nanti kita koordinasi kejaksaan apakah dengan bukti hasil lab itu sudah cukup," ujarnya.