Balai Pelestarian Cagar Budaya Akan Teliti soal Restoran di Dalam Gua di Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana restoran dalam goa bernama The Cave di Hotel The Edge, Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana restoran dalam goa bernama The Cave di Hotel The Edge, Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Bali akan membentuk tim untuk meneliti temuan gua di kawasan Hotel The Edge, Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Pamong BPCP Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Warsika, mengatakan tim ini akan meneliti asal muasal, bentuk, ukuran hingga benda peninggalan-peninggalan yang berpotensi ditemukan di gua itu.

"Nanti ditinjau dari segi bentuk, peninggalan-peninggalan yang yang berada di sana, kedalaman gua, ukuran gua (dan sebagainya)," kata Warsika usai meninjau goa, Selasa (19/7).

Warsika belum bisa memastikan apakah gua tersebut termasuk cagar budaya. Namun, secara kasat mata, gua ini terbentuk secara alami dengan luas sekitar 12 meter persegi. Dindingnya berbatu karang berupa stalaktit dan stalagmit.

"Kalau kita lihat tadi tidak ada kaitannya dengan tempat suci, kalau kasat mata saya tadi itu terjadi karena bentukan alam, tidak ada buatan manusia. Sementara pemanfaatannya, kita belum bisa memastikan apakah gua orang purbakala karena timnya belum turun," ucap dia.

Pihak hotel telah memodifikasi gua menjadi sebuah restoran bernama The Cave. Warsika belum bisa memastikan kelaikan ini. Namun modifikasi gua ini sejatinya bisa merusak asal muasalnya atau hal yang berkaitan dengan sejarah terbentuknya gua ini.

" Iya (merusak) cukup berisiko karena menghilangkan kesan alami dan kehidupan sebelumnya ada apa enggak," kata Wariska.

Suasana restoran dalam goa bernama The Cave di Hotel The Edge, Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Pantauan kumparan, hotel ini sejatinya berdiri di kawasan tebing daerah Pecatu. Di bawah tebing itu terdapat lautan Bali bagian selatan. Menurut Warsika, jarak dan lokasi gua masih cukup jauh dengan area tebing.

Temuan restoran dalam gua ini diviralkan oleh warganet. Mereka mempertanyakan potensi keberadaan restoran merusak gua dan standar keselamatan pengunjung, seperti stalaktit dan stalagmit jatuh.

Berdasarkan informasi yang diunggah pada laman website restoran tersebut, mereka menemukan gua alam ini saat melakukan pembangunan vila tahun 2013 lalu. Restoran ini beroperasi pada 19 Mei 2022 dengan menyajikan 7 hidangan yang dipatok dengan harga Rp 1,4 juta hingga Rp 3,2 juta.