Balas Dendam Bom di Ankara, Turki Serang Benteng Pertahanan Kurdi di Irak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adegan serangan bom sebagian terlihat di depan Kementerian Dalam Negeri di Ankara, Turki, Minggu (1/10/2023). Foto: Cagla Gurdogan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Adegan serangan bom sebagian terlihat di depan Kementerian Dalam Negeri di Ankara, Turki, Minggu (1/10/2023). Foto: Cagla Gurdogan/REUTERS

Pemerintah Turki meluncurkan serangan udara ke sejumlah fasilitas dan benteng pertahanan militan Kurdi yang terletak di bagian utara Irak, pada Minggu (1/10).

Operasi ini dilakukan beberapa jam setelah Ankara digemparkan bom yang meledak di depan gerbang Kementerian Dalam Negeri Turki, tak jauh dari gedung parlemen.

Serangan bom bunuh diri yang menewaskan dua terduga pelaku di lokasi kejadian itu diklaim telah diluncurkan oleh kelompok afiliasi Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Dikutip dari BBC, Kementerian Pertahanan Turki menyebut, serangan udara 'balasan' itu menargetkan gua, gudang penyimpanan, hingga bunker, yang selama ini digunakan militan PKK.

"Operasi ini bertujuan untuk menetralisir PKK dan elemen-elemen teroris lainnya, mencegah serangan teroris dari Irak utara terhadap penduduk dan lembaga-lembaga penegak hukum kami, dan memastikan keamanan perbatasan kami," demikian bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Turki.

Pria Kurdi Irak menyiapkan obor untuk merayakan Hari Nowruz, sebuah festival yang menandai hari pertama musim semi dan tahun baru, di kota Akra di Kurdistan Irak, Duhok, Irak, 19 Maret 2023. Foto: Alaa Al-Marjani/Reuters

Terpisah, media yang dikelola Kurdi, Rudaw, melaporkan serangan udara Turki menargetkan Gunung Qandil yang terletak di perbatasan Iran. Area pegunungan yang terdiri dari gua-gua tersembunyi tersebut diyakini sebagai benteng pertahanan militan Kurdi.

Ankara melaporkan bahwa sebanyak 20 target telah dihancurkan — dan tanpa merinci lebih lanjut, banyak militan dari militan PKK yang dibunuh.

Adapun PKK adalah kelompok pemberontak yang dibentuk pada akhir 1970-an dan pernah mendeklarasikan serangan melawan pemerintah Turki pada 1984. Tujuan PKK adalah untuk mendirikan negara Kurdi yang merdeka di dalam wilayah Turki.

Pada 1990-an, PKK sempat menarik kembali tuntutan mendirikan negara merdeka — tetapi justru menyerukan otonomi yang lebih luas bagi etnis Kurdi. Lebih dari 40 ribu orang tewas dalam konflik itu.

Di era modern, PKK masih acap kali menjadi otak di balik serangkaian serangan bom yang melanda Turki. Oleh karenanya, kelompok ini dikategorikan sebagai organisasi teroris di Turki serta beberapa negara seperti Inggris, Amerika Serikat, hingga Uni Eropa.

kumparan post embed