Bali Akan Gelar Nyepi Jilid II 3 Hari Cegah Corona: Warga Dilarang Keluar Rumah

Demi mencegah penyebaran virus corona, para tokoh desa adat dan tokoh agama di Bali berencana mengadakan Nyepi Desa Adat atau Nyepi jilid II. Sebelumnya Hari Raya Nyepi yang berlangsung tiap tahun sudah dilaksanakan pada 25 Maret lalu.
Rencananya, Nyepi Desa Adat dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 18 hingga 20 April 2020. Selama tiga hari, warga yang tidak memiliki kebutuhan mendesak dilarang keluar rumah.
Seluruh aktivitas publik di instansi pemerintah, swasta, toko modern hingga pasar tradisional akan ditutup. Namun, objek vital seperti rumah sakit, kantor polisi, bandara, dan lain-lain akan tetap buka.
Ketua Majelis Desa Adat Bali, Ida Plingsir Agung Putra Suhaket, menjelaskan, selain Hari Raya Nyepi, ada berbagai jenis tradisi Nyepi di Bali. Di antaranya Nyepi Desa Adat yang memiliki makna semua warga di suatu desa adat puasa dari aktivitas duniawi, dan wajib berdiam diri di rumah.
Ada pula Nyepi Carik, yang artinya semua warga di suatu desa adat puasa melakukan aktivitas bertani. Ada juga Nyepi Segara, yang artinya semua warga di desa adat puasa melakukan aktivitas melaut.
Suhaket mengatakan, Nyepi Desa Adat yang biasanya dilaksanakan di desa masing-masing, pada tahun ini akan dilaksanakan secara serentak. Nyepi Desa Adat ini sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran virus corona di Pulau Dewata.
"Kita ini kan untuk membantu pemerintah memerangi virus corona agar segera berakhir di Bali. Lalu kita canangkan supaya paling tidak 3 hari masyarakat bisa patuh bisa tinggal di rumah," ujar Suhaket saat dihubungi, Selasa (7/4)
Suhaket menambahka, sejumlah tokoh agama dan tokoh desa adat di Bali akan mengelar rapat untuk membahas pelaksanaan Nyepi Desa Adat serentak pada Rabu (8/4) besok.
Dalam rapat itu akan dibahas sejumlah aturan, seperti berapa hari Nyepi Desa Adat berlangsung, peran pecalang (aparat keamanan desa adat) mengawasi warga, sanksi bagi warga yang melanggar, hingga masalah logistik warga selama masa Nyepi.
"Ini belum final. Besok kita rapat dengan Parisada (tokoh agama Hindu). Nanti di situ akan didetailkan. Setelah itu baru ada siaran resmi apakah ini akan dilaksanakan atau tidak. Detilnya bagaimana itu besok rumusannya," kata dia.
Usai rapat digelar, para tokoh desa adat dan tokoh agama akan berkoordinasi dengan Pemprov Bali dan Kepolisian. Sehingga Pemda dan warga bisa bersiap melaksanakan Nyepi Desa Adat, terutama berkaitan dengan logistik.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
