Bali Gelar PTM 50 Persen Mulai 1 April 2022

15 Maret 2022 10:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Siswa mencuci tangan saat akan memasuki area sekolah dalam pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri Hindu 2 Sukawati, Gianyar, Bali, Selasa (23/3/2021). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Gubernur Bali Wayan Koster berencana kembali mengelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) per tanggal 1 April 2022. Hal ini karena kasus corona di Pulau Dewata sudah terkendali.
ADVERTISEMENT
"(PTM digelar) 1 April ( karena kasus COVID-19) sudah kondusif," kata dia kepada wartawan, Selasa (15/3).
Dihubungi terpisah, Kadispora Bali KN Boy Jayawibawa mengatakan, PTM bakal digelar secara kombinasi. Yakni, sebanyak 50 persen pelajar mengikuti PTM di sekolah dan 50 persen mengikuti pelajaran melalui daring atau PJJ.
"Kalau melihat dari status PPKM, Bali kan level 3. Jadi, menyesuaikan dengan SKB 4 Menteri PTM-nya 50 persen. Nanti bakal ada instruksi dari Gubernur agar Dispora di 9 kabupaten/kota mengikuti," kata dia.
Adapun teknis pelaksanaan PTM 50 persen adalah masing-masing sekolah bakal mengatur jadwal masuk pelajar secara bergantian agar seluruhnya merasakan PTM di sekolah. Namun fasilitas kantin sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler masih ditiadakan, sementara durasi PTM sekitar 2,5-3 jam.
ADVERTISEMENT
Siswa mengikuti pelajaran praktek Agama Hindu dalam pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri Hindu 2 Sukawati, Gianyar, Bali, Selasa (23/3/2021). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
Pada pelaksanaan PTM 100 persen beberapa waktu lalu, muncul klaster COVID-19 pada sekolah dan keluarga. Salah satu sebabnya adalah anak keluyuran setelah pulang sekolah.
Boy meminta seluruh pihak untuk taat menerapkan protokol kesehatan guna mencegah kembali munculnya klaster sekolah dan keluarga. Ia berharap anak dan orang tua yang menjemput langsung pulang ke rumah usai PTM berakhir.
"Tentu orang tua mengawasi anak-anaknya dan masyarakat ikut menjaga. Supaya jangan nanti selesai pulang dari sekolah kemudian diajak orangtuanya atau temannya ke mana gitu, justru berbahaya lebih baik pulang ke rumah. Sama-sama menjaga prokes baik sekolah, siswa dan orangtua," kata dia.
Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) di SMK PGRI 3 Denpasar, Bali, Selasa (21/9). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kasus COVID-19 di Bali mulai naik sejak akhir Januari 2022 hingga Februari. Pada 16 Januari 2022, ada 14 kasus. Lalu per 26 Januari 2022, orang yang kena corona di Bali naik menjadi 139. Pada 3 Februari mencapai 1.501 kasus.
ADVERTISEMENT
Pada 8 Februari, kasus melejit ke angka 2.245 kasus. Kenaikan kasus ini sudah melebihi kasus harian tertinggi pada varian Delta tahun 2021 lalu.
Pada akhir Februari 2022, kasus COVID-19 di Bali mulai turun. Per 14 Maret, kasus baru hanya ada 95 kasus. Total kumulatif terkonfirmasi positif COVID-19 di Bali telah mencapai 155.117 kasus. Terdiri dari 148.974 sembuh, 4.519 meninggal dan 1.624 kasus aktif yang masih dirawat.