Bali Tolak Timnas U-20 Israel, Bagaimana Surabaya?
·waktu baca 2 menit

Gubernur Bali I Wayan Koster dengan tegas menolak kehadiran Timnas U-20 Israel pada gelaran Piala Dunia Mei mendatang. Bali menjadi 1 dari 6 tuan rumah.
Selain Bali, ada Surabaya, Solo, Palembang, Jakarta, dan Bandung. PSSI menanggapi penolakan tersebut dan menghormati keputusan dari Gubernur Bali itu.
Selain Bali, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga menolak Israel U-20. Lalu bagaimana nasib mereka?
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun merespons soal peluang wilayahnya jadi tuan rumah. Gelora Bung Tomo Surabaya memang sudah dipilih PSSI sebagai venue Piala Dunia U-20.
"Kalau saya ini menunggu keputusan pemerintah pusat ya maka otomatis itu menunggu undian drawing dulu," kata Eri di Balai Kota Surabaya, Jumat (24/3).
Drawing nantinya akan digelar 31 Maret 2023. Indonesia berada di Pot 1 karena tuan rumah dan Israel Pot 4, jadi secara regulasi umum mungkin saja bertemu.
"Kita enggak pernah tahu Israel main di mana. Jadi kami sambil melihat gimana pemerintah menjalankan aturan FIFA," jelasnya.
Pemkot Surabaya, menurutnya tak akan bersurat ke FIFA. Sebab keputusan menolak atau menerima Israel U-20 ada di pemerintah pusat.
"Ini yang akan kita sampaikan. Yang mau saya katakan ini adalah negara. Kami juga akan sampaikan ke Dubes Palestina. Dubes Palestina mengatakan, Indonesia kalau ngundsng Israel itu tidak bisa karena yang undang FIFA," tuturnya.
"Tapi ada yang nolak karena enggak ada hubungan diplomatik. Biarkan pemerintah pusat menyelesaikan dulu, kita menunggu," tutup Eri.
