Bali Vaksinasi Corona 22 Januari 31 Ribu Dosis, Kloter Awal untuk Nakes

3 Januari 2021 11:49 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
ADVERTISEMENT
Dinas Kesehatan Bali menyatakan vaksin corona Sinovac akan distribusikan ke Pulau Dewata, Senin (5/1). Sementara itu, program vaksinasi akan dimulai pada Jumat (22/1).
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, mengatakan, jumlah vaksin Sinovac yang akan didistribusikan di Bali sebanyak 31 ribu dosis. Tahap pertama, sekitar 25 ribu tenaga kesehatan bakal divaksin.
"Ada 31 ribu dosis yang akan diterima. Nanti didistribusikan sesuai otoritas awal," kata Suarjaya saat dihubungi, Minggu (3/1).
Ketut menyatakan Pemprov Bali siap menjalankan program vaksinasi. Ada 2,69 juta warga yang akan divaksin dan 14.369 tenaga kesehatan yang membantu vaksinasi (vaksinator).
Pekerja memindahkan kontainer berisi vaksin corona Sinovac setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (31/12). Foto: Muchlis Jr/Istana Presiden/via Reuters
Bali juga akan memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Tercatat ada 4 ruang pendingin, 287 lemari es, 740 unit vaccine carrier, 53 cold box, dan 3.140 cold box logistik yang disiapkan untuk penyimpanan dan distribusi.
"Bali sudah siap," kata Suarjaya.
ADVERTISEMENT
BPOM saat ini masih menunggu Sinovac mengirimkan laporan sementara 3 bulan pertama uji klinis tahap III. Laporan interim itu diperlukan untuk melihat data kemanjuran (Efficacy) agar segera diterbitkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization).
Terkait kemanjuran yang belum terdata, Suarjaya belum merespons.
Petugas mengecek kontainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Meski demikian, ada salah satu warga Bali bernama Sari yang menyatakan menolak divaksin. Sari belum terpapar corona namun mengaku was-was dengan vaksin corona yang belum teruji.
"Penginnya pemerintah dulu, deh, yang divaksin," ujar Sari.
Hal senada disampaikan oleh Sarah. "Ganti dulu vaksinnya, baru mau," kata dia.
Vaksin setidaknya harus memenuhi unsur aman, jaminan mutu, dan manjur. BPOM sebelumnya memastikan vaksin Sinovac sudah terbukti keamanan dan jaminan mutu berdasarkan hasil uji klinis I dan II.
ADVERTISEMENT
"Sampai saat ini, data-data menunjukkan hasil yang baik, ini terus menentukan confidence dari kami tentunya sebagai evaluator, bahwa nanti hasilnya akan jadi baik," ujar Kepala BPOM RI, Penny L. Lukito.
Kini, BPOM hanya tinggal menunggu analisis kemanjurannya. Tim riset Sinovac memastikan laporan itu akan diserahkan ke BPOM awal Januari 2021.