Baliho Jakarta Punya Kualitas Udara Buruk Ramaikan Asian Games 2018

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivis lingkungan memasang index kualitas udara di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2018). (Foto: Twitter @greenpeaceid)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivis lingkungan memasang index kualitas udara di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2018). (Foto: Twitter @greenpeaceid)

Asian Games 2018 berhasil mencuri perhatian dunia. Nama Indonesia kembali terangkat baik saat upacara pembukaan ataupun perolehan medali.

Di luar kemegahan dan kemeriahan Asian Games, Greenpeace Indonesia menggunakan momen ini untuk mengkritisi betapa buruknya kualitas udara di Jakarta melalui baliho yang dipasang di sekitar Jalan Jenderal Gatot Soebroto dengan tajuk kampanye #WeBreatheTheSameAir.

embed from external kumparan

Berdasarkan laporan yang diolah lembaga tersebut melalui stasiun pantau PM 2,5 (udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron) di Jakarta Pusat dan Selatan dalam satu bulan terakhir, kualitas Jakarta masuk ke dalam kategori tidak sehat selama 22 hari.

Dengan menggunakan parameter PM 2,5, indeks kualitas udara Jakarta hari ini (21/8) naik dari angka 152 menjadi 155. Angka tersebut menunjukan udara yang tidak sehat.

embed from external kumparan

“Solusi menekan sumber polusi harus dilakukan dalam satu komando yang jelas, karena ini akan mencakup lintas Kementerian dan kepentingan, mulai dari permasalahan transportasi, industri sampai pembangkit yang harus dibatasi dan diatur secara ketat,” ucap Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu saat dihubungi kumparan, Selasa (21/8).

Aktivis lingkungan memasang index kualitas udara di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2018). (Foto: Twitter @greenpeaceid)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivis lingkungan memasang index kualitas udara di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2018). (Foto: Twitter @greenpeaceid)

Penggunaan media poster raksasa berbahan ramah lingkungan diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan kualitas udara karena tujuan dari kampanye ini tidak hanya menyasar warga Jakarta, tetapi juta delegasi dari seluruh Asia.

“Untuk pemasangan baliho hanya hari ini (21/8) saja, tetapi kampanyenya akan berlangsung selama dua minggu ke depan sampai penutupan ASIAN Games,” jelas Bondan.

Menurut aplikasi pemantauan udara AirVisual Jakarta menduduki nomor satu predikat kualitas udara buruk di antara kota-kota besar di dunia pada 11 Agustus 2018.