Balita 2 Tahun di Bekasi Tewas Ditusuk, Polisi Duga Pelaku Pamannya Sendiri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutterstock

Balita berinisial MAJ (2 tahun) ditemukan tewas dengan luka tusuk di sebuah kontrakan di Omah Seruni 99 No.7, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.

MAJ ditemukan tergeletak di ruang tamu. Di sebelahnya, juga tergeletak pamannya yang berinisial G dalam kondisi luka-luka bersimbah darah dan tak sadarkan diri.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh M (60), nenek korban sekaligus ibu dari G, saat pulang berdagang kue dan makanan ringan sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat tiba di kontrakan, M histeris melihat MAJ dan G sudah bersimbah darah. MAJ mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari dada, mulut, hingga luka paling parah di bagian perut. Sementara G mengalami luka sayatan di bagian leher.

“Korban anak balita itu memang sudah ketusuk sampai ususnya keluar. Dan juga si laki-laki (G) itu lehernya,” ucap Ketua RT 02 setempat, Taufik Hidayat, di lokasi, Kamis (28/5).

Taufik mengatakan, sebelum kejadian, warga sempat mendengar suara teriakan histeris dari dalam kontrakan. Saat didatangi, kondisi korban sudah tergeletak di ruang tamu.

“Warga dengar suara teriak-teriak dan tangisan dari anak penghuni kontrakan. Pas saya datangi ke sini, kondisinya sudah seperti itu,” ucap dia.

Selanjutnya, ia melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terdekat. Saat tiba di lokasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan dua pisau dapur berlumuran darah.

MAJ dinyatakan meninggal di lokasi, sedangkan G sempat dilarikan ke RSUD Jatisampurna untuk mendapat penanganan medis.

“Semalam G dilarikan ke rumah sakit posisinya masih hidup. Tapi kalau korban MAJ sudah meninggal di tempat,” tutur Taufik.

Sementara itu, Taufik mengatakan kontrakan tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni M, G, dan MAJ. Orang tua MAJ diketahui sedang berada di Yogyakarta.

Lokasi penemuan balita umur dua tahun meninggal dunia di dalam kontrakan di Omah Seruni 99, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Foto: kumparan

Menurut dia, keluarga tersebut sudah hampir satu tahun tinggal mengontrak di lokasi. Setiap hari, M pergi berdagang sejak pagi hingga malam hari dan meninggalkan G bersama MAJ di rumah.

“Tinggal mengontrak hampir setahun, balita, lalu si anak nih yang besar (G) sama si nenek itu. Bertiga dia,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah kepada G sebagai pelaku pembunuhan.

“Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengarah kepada salah satu korban yang masih hidup yakni G, yang saat ini dirawat di rumah sakit,” kata Andi.

Polisi menduga, G menghabisi nyawa keponakannya menggunakan pisau dapur yang ditemukan di lokasi.

“Ada pisau dapur, pisau berada di genggaman si (G),” ujarnya.

Menurut Andi, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, G diketahui kerap berkonsultasi dengan psikiater dan mengonsumsi obat penenang. Namun polisi belum menyimpulkan kondisi kejiwaan G dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Mungkin tadi ya, ada gangguan faktor kejiwaan. G (terkini) dibawa ke psikiater dan diberikan obat penenang,” ucap dia.

Andi menyebut kondisi MAJ saat ditemukan sangat mengenaskan. Korban mengalami sejumlah luka sobek dan tusukan di beberapa bagian tubuh.

“(MAJ) tewas sangat mengenaskan. Ada beberapa luka sobek di pipinya, bahkan di selangkangannya juga, dan luka tusuk depan belakang,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman kasus dan menunggu kondisi G stabil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Garis polisi juga masih terpasang di lokasi kejadian.

"Kami menunggu kondisi yang bersangkutan stabil, baru kami juga lakukan interogasi lagi lebih mendalam," tutur Andi.