Balita di Samarinda Positif Sabu Usai Minum Air Putih Tetangga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Balita yang positif sabu-sabu. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Balita yang positif sabu-sabu. Dok: Ist.

Balita laki-laki berusia 3 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur, positif sabu-sabu usai meminum air putih di rumah tetangganya.

Akibatnya, anak tersebut jadi hiperaktif, tidak bisa tidur—sudah 2 hari 2 malam tidak tidur, gelisah, hingga bercucuran keringat bau.

"Selasa sore (6/6), saya ke rumah tetangga. Anak saya haus minta minum. Tuan rumah ngasih botol minum yang isinya sudah setengah airnya," kata Melly Pamela, saat ditemui wartawan di Polda Kaltim, Sabtu (10/6).

"Sepulang dari situ, anak saya tidak mengonsumsi apa-apa lagi, tapi kok sudah sudah jam 12 malam anak saya belum tidur, keringatan, tidak mau makan. Dia bergadang sampai pagi. Jadi sampai pagi itu dia ngoceh-ngoceh aja, enggak mau makan enggak mau minum," ujar Melly.

Melly (tengah) ibu korban. Dok: Ist.

Sudah Lapor Polisi

Pihak keluarga telah melaporkan ini ke Polres Samarinda.

"Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya, karena anak ini masih kecil, masa depannya terancam karena disinyalir organ-organnya ada yang terganggu," kata Dyah Lestari, kuasa hukum keluarga korban.

Senin esok (12/6), menurut Dyah, sang anak harus kembali menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Dyah (kiri). Dok: Ist.

"Anak ini menjadi hiperaktif, ngoceh-ngoceh terus, keluar keringat bau, dan tidak tidur sama sekali setelah 2 hari 2 malam, dan dia baru tertidur dengan bantuan suntikan dari RS," kata Dyah.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Kaltim, Sudirman, menyatakan akan terus mengawal kasus ini.

"Ketika ada korban pasti ada pelaku, dan siapa pun dia harus bertanggung jawab untuk," kata Sudirman.