Balita yang Kelaminnya Ditusuk di Karawang Butuh Bantuan Biaya Berobat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TKP kejadian penganiayaan balita di kolong rel kereta api, Desa Jomin Timur, Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (16/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
TKP kejadian penganiayaan balita di kolong rel kereta api, Desa Jomin Timur, Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (16/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Balita berusia 3 tahun yang menjadi korban penganiayaan teman mainnya hingga kelamin ditusuk di Kecamatan Kotabaru, Karawang membutuhkan bantuan biaya berobat.

Korban baru menjalani operasi dan pengobatan intensif di RS Siloam Purwakarta, namun pihak keluarga kebingungan membayar biaya pengobatan yang mencapai Rp 14 juta.

"Biayanya sekitar kurang lebih Rp 14 juta, karena ada tindakan operasi, surgery terus ada anestesinya, segala macam. Nah, itu kendalanya, jadi masih tertahan di rumah sakit, belum bisa pulang. Padahal sudah bisa untuk pulang," ungkap kuasa hukum keluarga korban, Mira Widyawati, Jumat (16/10).

Karenanya, dia bilang pihak korban amat berharap mendapat bantuan dari Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, maupun Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, agar mendapatkan solusi terkait jaminan pembiayaan tersebut.

Meski di sisi lain, kata dia, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Konsumen (LPSK) untuk membantu pengobatan maupun pemulihan mental korban.

Kondisi lingkungan di sekitar rumah terduga pelaku berinisial S berusia 13 tahun di Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jumat (16/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

"Mereka (KPAI & LPSK) mendukung untuk mendampingi gitu, yang pasti mereka punya sistem dan asesmen untuk korban, tapi di sisi lain keluarga korban juga masih khawatir bagaimana bisa pulang dari rumah sakit," katanya.

Bukan Pertama Kali Dianiaya

Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, Mira mengungkap jika korban rupanya bukan pertama kali mendapat kekerasan fisik.

"Iya, memang (kekerasan) bukan sekali ini aja. Saya juga belum berkomunikasi lebih lanjut dengan orang tuanya sih, mungkin masih shock ya. Nah kemarin siang dia dioperasi kan, sudah kelihatan pulih kan, tapi efek ke depannya kita enggak tahu, gitu, akibat dari luka tersebut bisa gimana," jelasnya.