Balita yang Kelaminnya Ditusuk di Karawang Sehari-hari Dirawat Nenek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi lingkungan rumah balita korban penganiayaan di Desa Jomin Timur, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jumat (16/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi lingkungan rumah balita korban penganiayaan di Desa Jomin Timur, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jumat (16/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Balita berusia 3 tahun yang menjadi korban dugaan penganiayaan di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sehari-hari lebih banyak menghabiskan waktu bersama neneknya, T. Korban kerap ikut neneknya bekerja karena masih membutuhkan pengawasan.

Menurut T, korban hampir setiap hari bersamanya.

"Sebenarnya cucu tuh sama saya tiap hari. Dibawa kerja ya, dibawa kerja," kata T saat ditemui kumparan di kediamannya di Desa Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Karawang, Jumat (16/10).

T mengatakan, dirinya terbiasa membawa korban bekerja karena cucunya masih membutuhkan pengawasan. Ia juga menceritakan bahwa pada hari kejadian, korban sempat meminta pulang lebih awal untuk bertemu kakeknya.

"Pengin pulang sore. Pengin ke Baba, katanya ya," ujar T.

T menuturkan, sekitar pukul 17.00 WIB, ia menerima telepon yang memintanya pulang. Saat itu, cucu nya sudah berada di bidan setelah mengalami kejadian tersebut.

"Jam 5 saya ditelepon. Suruh ini, suruh pulang. Udah, ya tahunya gitu. Keadaan anak udah seperti itu," tutur T.

T juga menggambarkan cucunya sebagai anak yang aktif dalam kesehariannya. Korban biasa bermain bersama anak-anak lain di lingkungan sekitar.

Kakek korban, Z, turut menggambarkan keseharian cucunya yang seperti anak-anak pada umumnya. Menurut dia, anak-anak di lingkungan tempat tinggal mereka kerap bermain di sekitar rumah.

"Sehari-hari, ya hari-hari anak-anak biasa. Pada main di sini kalau misalkan ini ya di sini pada main. Ya bagaimana layaknya anak-anak. Gitu," kata Z.

'Om Ndut' Sering Main di Sekitar Rumah Korban

TKP kejadian penganiayaan balita di kolong rel kereta api, Desa Jomin Timur, Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (16/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Si nenek juga menyebut sosok anak yang dikenal korban dengan panggilan 'Om Ndut' ini kerap bermain di sekitar rumahnya.

Nenek korban, berinisial T, mengatakan dirinya mengetahui sosok tersebut karena anak itu sering bermain bersama anak-anak lain di lingkungan rumahnya. Namun ia tidak mengetahui nama anak tersebut.

“Anak yang dibilang Om Ndut itu sering main itu sama anak-anak di sini, bahkan sering minum di sini. Bahkan kalau kalau ini pun kalau ada tukang jajan pun saya saya kasih. Jajan sama cucu saya gitu,” kata T.

Kakek korban, Z, menjelaskan panggilan 'Om Ndut' muncul karena cucunya yang masih berusia 3 tahun tidak mengetahui nama anak tersebut. Keluarga semula mengira panggilan itu merujuk pada orang dewasa.

“Dia bilang Om Ndut itu jadi bukan orang tua ternyata. Orangnya agak gede dari dia,” kata Z.

T menambahkan, halaman rumah mereka kerap menjadi tempat bermain anak-anak sebelum kegiatan pengajian sore dimulai. Z mengatakan sebagian anak bermain bola, sementara anak-anak lainnya mengikuti pengajian.

“Jadi memang sore di sini ada pengajian anak-anak,” ungkap Z.