Balon Udara Misterius yang Terbang di AS Ternyata Bisa Kirim Data Intel ke China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah balon terbang di langit di atas Billings, Montana, AS. 1 Februari 2023 dalam gambar ini diperoleh dari media sosial. Foto: Chase Doak/melalui REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah balon terbang di langit di atas Billings, Montana, AS. 1 Februari 2023 dalam gambar ini diperoleh dari media sosial. Foto: Chase Doak/melalui REUTERS

Balon udara raksasa milik China yang terbang di sejumlah permukaan udara Amerika Serikat pada awal tahun ini bukanlah balon udara sipil biasa.

Objek misterius itu dilaporkan berhasil mengumpulkan informasi intelijen dari pangkalan militer AS selama berhari-hari, sebelum akhirnya ditembak jatuh pada Februari lalu.

Mengutip informasi dari pihak berwenang AS, hal ini dilaporkan oleh media lokal NBC News pada Selasa (4/4). Pihaknya menambahkan, balon tersebut merupakan alat atau pesawat pengintai yang bentuknya sengaja didesain menyerupai balon udara biasa.

“Balon tersebut mampu mengirimkan data ke Beijing secara real time,” bunyi laporan NBC News. “Pesawat tersebut menangkap sinyal elektronik dan bukannya mengambil gambar,” sambung dia.

Namun, hingga berita ini dirilis baik pihak Gedung Putih maupun Federal Bureau Investigation (FBI) belum memberikan konfirmasi atas kebenaran laporan itu.

Otoritas terkait hanya menekankan bahwa mereka berhasil membatasi kemampuan pengumpulan informasi intelijen yang diambil balon udara ketika sedang terbang di wilayah udara AS.

Secara terpisah, sebelumnya pada Senin (3/4) juru bicara Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), Sabrina Singh, mengatakan FBI sampai sekarang masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap puing-puing balon yang ditembak jatuh pada Sabtu (4/2) lalu tersebut.

“Kami tahu bahwa balon itu dapat bermanuver dan sengaja dikemudikan di sepanjang lintasannya,” ujar Singh.

“Kami masih melakukan penilaian terhadap informasi intelijen yang berhasil dikumpulkan oleh China — tetapi kami tahu bahwa langkah-langkah yang kami ambil memberikan sedikit nilai tambah terhadap apa yang telah mereka kumpulkan dari satelit sebelumnya,” imbuhnya.

Lantas, ke mana saja balon misterius itu terbang?

Dikutip dari BBC, para otoritas AS mengatakan bahwa mereka melacak balon itu sempat terbang di wilayah udara Alaska dan Kanada, sebelum kembali memasuki permukaan udara AS pada awal Februari.

Menurut laporan Pentagon, sebelum ditembak jatuh balon udara raksasa tersebut pertama kali terlihat pada Rabu (1/2) di atas Negara Bagian Montana — lokasi Pangkalan Udara Malmstrom, yang merupakan gudang penyimpanan rudal nuklir.

“Balon itu berkeliaran di atas daerah sensitif di Montana di mana hulu ledak nuklir disembunyikan, membuat militer mengambil tindakan untuk mencegahnya mengumpulkan informasi intelijen,” kata pihak Pentagon.

Warga melihat balon mata-mata yang diduga milik China melayang ke laut setelah ditembak jatuh di lepas pantai di Surfside Beach, Carolina Selatan, AS. Foto: Randall Hill/REUTERS

Namun, balon udara raksasa ini sempat dibiarkan terbang di wilayah udara AS selama beberapa hari meski mengundang pertanyaan besar bagi para penduduk di bawahnya.

Presiden AS Joe Biden sebenarnya ingin agar balon udara itu ditembak jatuh pada Rabu (1/2) — tetapi, mengingat ancaman keamanan bagi penduduk yang berada di daratan membuat Biden menunda rencana itu hingga Sabtu (4/2).

Balon raksasa ini berukuran cukup besar, tingginya sekitar 60 meter dan besarnya seperti ukuran bus sekolah. Objek misterius itu ditembak jatuh di lepas pantai South Carolina oleh rudal yang dibawa jet tempur F-22.

Terkait ditembak jatuhnya balon itu, pihak China menanggapinya dengan skeptis — menilai AS telah bertindak berlebihan lantaran mereka berargumen itu hanyalah balon udara biasa dengan tujuan sipil yang tidak bisa bermanuver.

Beberapa hari kemudian, para otoritas AS mengatakan mereka telah menemukan keberadaan balon itu di perairan lepas pantai.

Pelaut menemukan balon pengintai dataran tinggi yang dicurigai milik China yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di lepas pantai Pantai Myrtle, Carolina, AS, Minggu (5/2/2023). Foto: Fleet Forces/U.S. Navy photo/Handout via REUTERS

Hasil penelitian awal mengemukakan, China mampu mengendalikan balon udara tersebut sehingga dapat melakukan beberapa kali lintasan di atas pangkalan militer — terkadang terbang mengelilingi dalam formasi lingkaran berputar.

Insiden balon pengintai ini memicu ketegangan diplomatik antara Washington dan Beijing, hingga mengakibatkan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken membatalkan kunjungannya ke China. Padahal, tujuan semula lawatan Blinken ialah guna berupaya memperbaiki hubungan AS-China yang sudah merenggang sebelumnya.

Beberapa minggu berlalu sejak insiden balon udara raksasa ini ditembak jatuh, jet tempur AS telah beberapa kali menembak jatuh balon udara misterius lainnya yang mereka curigai berasal dari China. Pentagon berargumen, China mengoperasikan balon udara pengintai tak hanya di AS, tetapi juga di seluruh dunia.