Bamsoet: Tidak Benar Saya Ditekan Saat Diperiksa Penyidik KPK

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Bambang Soesatyo saat ditemui di Gedung DPR RI. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bambang Soesatyo saat ditemui di Gedung DPR RI. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Bambang Soesatyo angkat bicara ihwal namanya yang disebut-sebut di sidang kasus e-KTP. Ketua Komisi III DPR itu membantah pernah diintimidasi penyidik KPK.

"Tidak benar saya merasa tertekan apalagi sampai mencret-mencret," kata Bambang melalui pesan pendek, Kamis (23/3).

Tidak benar saya merasa tertekan apalagi sampai mencret-mencret.

Bambang mengatakan, saat ia diperiksa penyidik KPK terkait kasus korupsi proyek simulator SIM, tidak ada paksaan apapun.

"Penyidik sangat ramah dan sopan. Kami-pun semua kooperatif," ujar Bambang.

Penyidik sangat ramah dan sopan. Kami-pun semua kooperatif.

Bambang tak hanya diperiksa, ia juga mengaku pernah dikonfrontir dengan saksi lain. "Semua direkam oleh kamera CCTV," katanya.

Bahkan usai diperiksa selama sembilan jam oleh penyidik KPK, Bambang menulis pengalamannya. "Dimuat di berbagai media massa," ujar dia.

"Jadi, saya agak ragu dengan keterangan Miryam mengatakan dirinya diancam dan ditekan oleh penyidik KPK, karena semua yang terjadi di ruang pemeriksaan itu akan terekam dengan baik," kata Bambang.

Saya agak ragu dengan keterangan Miryam.

Miryam yang dimaksud adalah Miryam S. Haryani, eks Anggota Komisi II DPR yang bersaksi di sidang Pengadilan Tipikor, Kamis siang (23/3).

Miryam mengaku diintimidasi penyidik KPK, sehingga memberikan keterangan yang tidak benar. Dia lalu mencabut seluruh berita acara pemeriksaannya.

"Saya cabut keterangan BAP saya, karena saya tertekan, digitu-gituin, penyidik bilang kemarin Azis Samsuddin (eks Komisi III), Bamsoet (Bambang), diperiksa sampai mencret-mencret," kata Miryam sambil menangis di persidangan.