Band Sukatani Minta Maaf soal Lirik 'Bayar Polisi', Polri: Kami Tak Antikritik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karo Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dijumpai di Mabes Polri, Jumat (29/11). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Karo Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dijumpai di Mabes Polri, Jumat (29/11). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Band Sukatani ramai dibicarakan publik karena meminta maaf dan menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar' dari media sosial. Lagu tersebut berisikan tentang kritik ke polisi.

Salah satu lirik Band tersebut berbunyi seperti ini:

Mau bikin SIM bayar polisi

Ketilang di jalan bayar polisi

Touring motor gede bayar polisi

Angkot mau ngetem, bayar polisi

Publik pun menduga-duga. Ada juga yang mengkaitkan hal ini dengan dugaan intimidasi dan lain sebagainya.

Soal isu tersebut, Polri membantah. Polri tidak antikritik.

instagram embed

"Komitmen dan konsistensi, Polri terus berupaya menjadi organisasi yang modern yaitu Polri tidak antikritik," kata Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo pada Kamis (20/2).

Di akun Instagram resmi mereka, Band Sukatani juga meminta maaf atas lagu-lagunya ke Polri maupun Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Menurut Trunoyudo, Kapolri Listyo adalah sosok yang juga tak antikritik.

"Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kerap menegaskan hal tersebut kepada seluruh jajaran," tutur dia.

Permintaan Maaf

Band Sukatani sudah meminta maaf bahwa lirik 'bayar polisi' telah ramai dibahas.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu Bayar Bayar Bayar yang liriknya 'bayar polisi' yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial," ujar Alectroguy, salah satu personel band asal Purbalingga tersebut di media sosial, Kamis (20/2).