Bandara dan Pelabuhan di Pulau Jawa yang Akan Terhubung dengan Kereta

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membuat masterplan perencanaan pembangunan infrastruktur kereta api, khususnya di Pulau Jawa hingga tahun 2035 mendatang. Di tahun tersebut, Kemenhub menargetkan Pulau Jawa memiliki jaringan rel kereta api sepanjang 6.168 km.
Selain jalur reguler dan percabangan lintas kawasan, Kemenhub juga akan membangun jaringan rel kereta bandara dan pelabuhan yang langsung terhubung dengan jaringan rel utama. Di mana saja lokasinya?
Baca juga: Pulau Jawa Akan Miliki Jalur Kereta Api Sepanjang 6.168 Km di 2035
Menurut data Rencana Pengembangan Lintas Jalur Kereta Api di Pulau Jawa 2035 seperti dikutip kumparan (kumparan.com), Sabtu (22/4), ada 6 pelabuhan yang terkoneksi jaringan kereta api. Lokasinya adalah Pelabuhan Cigading di Cilegon (Banten), Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, Pelabuhan Cirebon di Jawa Barat, Pelabuhan Tanjung Emas di Jawa Tengah, Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap (Jawa Tengah), dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya (Jawa Timur).

Kondisi saat ini, baru Pelabuhan Tanjung Priok yang telah memiliki jaringan rel kereta api yang sudah berfungsi sejak tahun 2016 lalu. Rutenya adalah mulai dari kawasan Mambo, Koja, hingga masuk ke Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT). Waktu pengerjaannya rel sepanjang 10 km sudah mulai dilakukan sejak Desember 2015.
Selain pelabuhan, Kemenhub juga menargetkan pembangunan 7 jaringan rel kereta bandara. Lokasinya adalah Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng (Banten), Bandara Djuanda di Surabaya (Jawa Timur), Bandara Hussein Sastranegara di Bandung (Jawa Barat), Bandara Ahmad Yani di Semarang (Jawa Tengah), Bandara Adi Sumarmo di Solo (Jawa Tengah), Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta, dan Bandara Abdul Rahman Saleh di Malang (Jawa Timur).
Kondisi saat ini, baru proyek Kereta Bandara Soekarno Hatta yang sedang dikerjakan. Proyek sepanjang 36,3 km tersebut ditargetkan rampung Juni 2017 mendatang.
