Bandara Halim PK Ditutup Untuk Perbaikan Besar, Apa Saja Itu?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi saat akan berangkat kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (14/10). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi saat akan berangkat kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (14/10). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo untuk merevitalisasi Bandar Udara sekaligus Lanud Halim Perdanakusuma.

Kepada hadirin yang hadir saat acara Press Tour and Media Gathering 2021, Fadjar mengatakan ada beberapa tempat yang akan mendapat peremajaan.

"Cakup pekerjaannya sekalian selain runway, kita juga akan memperluas appron yang military, yang di sisi Angkatan Udara di pangkalan [udara] Halim," kata Fadjar, Rabu (22/12).

"Juga kita akan merenovasi gedung VVIP dan terminal di Angkatan Udara untuk satuan-satuan yang berada di Halim," lanjutnya.

Presiden Jokowi saat berangkat kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Selasa (23/11/2021). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Skadron Udara 17 yang berada di Bandara Halim P juga akan direvitalisasi. Skadron 17 diketahui adalah satuan VVIP yang melayani penerbangan kepresidenan.

Nantinya selama revitalisasi, penerbangan kepresidenan akan dialihkan sementara ke Bandara Soekarno Hatta.

"Pertama Skadron 17 itu karena untuk kegiatan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden kita mendapat tempat di (bandara) Soekarno-Hatta. Pesawat-pesawat akan diberi ruang di sana termasuk juga GMF-nya di dalam hanggar dan ada beberapa pesawat di luar terminal," ucap Fadjar.

KSAU, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Selain itu, Skadron 2, Skadron 31, dan Skadron Teknik juga akan dipindahkan selama revitalisasi. Ketiga Skadron tersebut rencananya dipindahkan ke Lanud Hussein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Fadjar, lokasi pemindahan-pemindahan tersebut dirasa paling pas. Sebab masih relatif dekat dari Bandara Halim.

Presiden Jokowi bersama rombongan terbatas saat akan berangkat kunjungan kerja ke Jatim di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

"Saya rasa itu lokasi yang paling tepat untuk memindahkan. Kalau kami tidak pindah kita tidak istilahnya berkorban memindahkan, tidak akan jalan perbaikan ini semuanya. Semuanya pasti keberatan operator-operator itu juga pasti keberatan karena cost-nya bertambah," tambahnya.

Suasana terminal penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma yang sepi karena peraturan larangan terbang dari Kemenhub. Foto: Dok. Muhammad Nur

Bandara Halim Perdanakusuma memang direncanakan akan direvitalisasi berdasarkan perintah Presiden Jokowi. Sebab runway di bandara tersebut dirasa sudah tidak memadai. Rencananya, penerbangan akan ditutup mulai 1 Januari 2022.

"Kondisi runway-nya sangat memprihatinkan. Tetapi untung Bapak Presiden memberi perhatian kepada Lanud Halim tentunya disertai dengan anggaran," pungkasnya.