Bandara hingga Hotel Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi. Gempa ini turut dirasakan Flores, termasuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Selain itu, sejumlah bangunan juga dilaporkan rusak. Dari data yang diterima kumparan di lapangan, gempa ini mengakibatkan Bandara Udara Frans Sales Lega atau Bandar Udara Ruteng mengalami kerusakan. Tampak bagian panel atap bandara berjatuhan.
Di Labuan Bajo, guncangan terasa cukup kuat hingga membuat warga dan wisatawan panik. Sejumlah warga dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Dampak gempa juga mulai terlihat pada sejumlah bangunan. Hotel Jayakarta Labuan Bajo, misalnya, dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian lobi. Plafon lobi ambruk, sementara sejumlah bagian tembok mengalami retakan. Sejumlah tamu hotel terlihat berhamburan keluar bangunan saat gempa terjadi.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Rumah warga dan fasilitas umum di Kecamatan Boleng serta Kecamatan Kuwus Barat disebut mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat laporan sejumlah rumah warga roboh akibat kuatnya guncangan.
Sementara itu, di Ruteng, Kabupaten Manggarai, bangunan kampus Unika Santu Paulus juga dilaporkan mengalami kerusakan. Dinding salah satu gedung kampus disebut ambruk.
Salah seorang warga Labuan Bajo, Erwin, mengatakan warga langsung panik saat merasakan kuatnya guncangan.
“Warga langsung berlarian keluar rumah karena gempanya cukup kuat. Kami juga khawatir karena ada informasi mengenai potensi tsunami,” ujar Erwin.
Hingga berita ini diterbitkan, jumlah pasti bangunan yang rusak maupun korban terdampak masih dalam pendataan. Kondisi kerusakan juga masih menunggu verifikasi dari pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan resmi BMKG serta pemerintah daerah terkait potensi tsunami dan perkembangan kondisi pascagempa.
