Bandara Juanda Tak Jalankan Imbauan Risma soal Penumpang Pesawat Harus Mandi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana konter check-in penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
zoom-in-whitePerbesar
Suasana konter check-in penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Banda Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, menanggapi surat edaran yang dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait penumpang pesawat harus mandi dan ganti baju ketika tiba di bandara.

Dalam surat bernomor 443.1/13687/436.8.4/2020 yang dikeluarkan 7 April 2020, Risma meminta pihak bandara mengarahkan penumpang untuk membersihkan diri dengan mandi dan berganti baju sebelum keluar bandara demi mencegah virus corona.

Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro mengatakan, sejauh ini imbauan itu belum diterapkan. Pihaknya juga tak membeberkan alasan tak melaksanakan imbauan itu.

“Sampai saat ini tidak (dilakukan),” kata Yuristo kepada kumparan, Jumat (17/4).

"Masih akan dibahas bersama Otoritas Bandara dan Pemkot," tambahnya.

Tri Risma di acara Ngebuburit kumparan. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Hanya saja, berbagai prosedur untuk mencegah penyebaran COVID-19 sudah dilakukan oleh Bandara Juanda sejak kasus virus corona mulai meluas di Wuhan, China pada Desember 2019.

Seperti dengan memasang thermal scanner hingga menyiapkan ruang isolasi sementara bagi penumpang yang kedapatan memiliki gejala klinis COVID-19.

Prosedur itu juga dipantau oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Penumpang pesawat melakukan check in di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Sementara Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, M Fikser, membenarkan surat itu merupakan imbauan pemkot kepada otoritas Bandara Juanda.

"Memang ada surat edaran ke beberapa instansi ya. Yang mandi itu ya. Memang ada. Memang untuk yang penumpang turun diminta mandi, ganti pakaian itu ya. Iya betul itu," ujar Fikser.

Fikser menjelaskan, imbauan itu sebagai upaya menjalankan protokol pencegahan persebaran COVID-19. Pasalnya, hanya dengan protokol seperti itu penyebaran virus corona bisa dihentikan.

"Artinya mungkin ganti pakaian, cuci tangan, mandi, pemeriksaan suhu tubuh. Nah itu salah satu imbauan. Karena memang mereka harus sudah ganti pakaian, memang sesuatu yang berat ya penerapannya," tutur dia.

------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!