Banggar DPR Dukung Pendidikan Gratis Usulan Prabowo, Soroti Anggaran 2027

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Banggar DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Banggar DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri. Namun, ia menyoroti kesiapan anggaran pendidikan untuk 2027, khususnya jenjang SD dan SMP.

Said mengatakan kebijakan pendidikan gratis tersebut sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita sangat setuju, karena itu keputusan MK,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).

Said kemudian menyoroti alokasi anggaran untuk pendidikan SD dan SMP pada 2027. Ia menyebut anggaran yang tersedia untuk kedua jenjang pendidikan tersebut baru Rp5 triliun.

“Akan tetapi mari kita bersama-sama untuk tahun 2027, sekolah SD dan SMP anggarannya baru tersedia untuk pertama kali 5 triliun,” kata dia.

video from internal kumparan

Prabowo Ingin Pendidikan Negeri Gratis

Sebelumnya Prabowo menyatakan biaya pendidikan di sekolah negeri, mulai SD hingga perguruan tinggi negeri, harus gratis. Ia mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas rencana tersebut.

“Saya akan segera mengadakan ratas. Pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis,” kata Prabowo dalam acara puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (18/9).

Prabowo kemudian menegaskan pendidikan gratis tersebut mencakup jenjang SD, SMP, SMA hingga universitas negeri.

“Biaya pendidikan negeri, SD, SMP, SMA, Universitas Negeri harus gratis,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung sumber anggaran untuk merealisasikan kebijakan tersebut.

“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” tutur Prabowo.