Bangkai Babi Ditemukan di Telaga di Bali, Warga Cemas Tercemar Virus

Lima ekor bangkai babi diduga dibuang ke telaga Tunjung Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (25/1) kemarin. Polisi tengah mencari pelaku pembuang bangkai babi tersebut.
Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta mengatakan, lima ekor bangkai babi ini ditemukan oleh warga yang berada di sekitar telaga. Kasus ini lalu dilaporkan ke polisi mengingat kasus virus babi Afrika tersebar di Sumatera Utara.
Bangkai babi ini ditakutkan mencemari air yang ada di sungai. Setelah ditemukan, kelima bangkai babi ini telah dikubur di sebuah lapangan yang tak jauh dari lokasi.
“Jumlahnya ada lima yang terbuang di sana tapi sudah dikubur oleh masyarakat dan Babinsa. Artinya agar itu tidak mencemari lingkungan dan baunya tidak enak makanya kita kubur,” kata Budiarta saat dihubungi, Selasa (28/1).
Dia mengatakan, bangkai babi ini ditemukan dengan keadaan sebagian terbungkus karung. Polisi juga telah memintai keterangan masyarakat untuk mencari pelaku.
“Itu pelaku sampai detik ini belum kita temukan siapa yang buang ke sana itu,” kata dia.
Bila pelaku ditemukan, polisi akan membuka peluang untuk mempidanakan pelaku.
“Ada nanti kita lihat dulu. Apa memenuhi unsur pidana. Apa maksud dan tujuan dia membuang. Apa nanti lingkungan hidup nanti kenanya kan. Jelas nanti berdasarkan hasil pemeriksaan, apalagi sekarang musimnya wabah itu kan (Virus demam babi Afrika),” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Nata Kesuma mengatakan, selama Desember 2019 hingga Januari 2020 ada sebanyak 606 ekor babi yang mati di Bali.
Pihaknya, tengah menunggu hasil tes uji laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab babi-babi ini mati. Dia tidak mau menduga babi ini mati karena virus babi Afrika.
“Hasil lab yang dikirim BBVet (Balai Besar Veteriner) Denpasar ke Medan belum keluar,” kata dia kepada wartawan.
Gejala yang ditemukan pada babi-babi ini adalah demam tinggi, kulit kemerahan pada daun telinga dan bagian tubuh lainnya, muntah, diare dan diakhiri dengan kematian.
