Bangkai Paus Biru di Pantai Kupang yang Sempat Hilang Akhirnya Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paus biru yang mati hilang dari lokasi terdampar. Foto: Kornelis Kaha/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Paus biru yang mati hilang dari lokasi terdampar. Foto: Kornelis Kaha/Antara

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang memeriksa bangkai paus biru yang sempat terdampar di Pantai Namosain, Nunhila, Kota Kupang, NTT, pada Selasa (21/7). Sebelumnya, bangkai paus itu hilang terseret air laut pada Rabu (22/7) pagi.

Saat ditemukan oleh tim, bangkai paus biru itu sudah mulai membusuk. Beberapa bagian kulitnya sudah terkelupas dan mengeluarkan bau tak sedap.

Bangkai paus biru sepanjang 29 meter dengan perkiraan berat 100 ton sampai 200 ton itu rencananya dikuburkan di Pantai Air Cina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada hari ini, Kamis (23/7).

"Sebelum dikubur, kami akan ambil sampel isi perut untuk diteliti, sekaligus melihat ada tidaknya sampah di dalam perut paus ini," kata Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji kepada Antara, Kamis (23/7).

Ikram menambahkan bangkai paus biru itu harus segera ditangani sesuai panduan penanganan bangkai mamalia laut supaya tidak menjadi sumber penyakit.

Ia juga mengemukakan kemungkinan paus biru itu membawa parasit Anisakis typica, yang bisa menularkan penyakit dari hewan ke manusia.

"Parasit ini bersifat zoonosis yang dapat bertransmisi dari ikan ke manusia, termasuk bila ikan dikonsumsi dalam kondisi mentah," kata Ikram.

Tim BKKPN Kupang sudah mengambil sampel daging dan kulit bangkai paus biru yang terdampar di Pantai Namosain serta mengirimnya ke Universitas Udayana Bali dan Universitas Nusa Cendana Kupang untuk diperiksa.