Bangladesh Akan Kirim Pengungsi Rohingya ke Pulau Buangan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Rohingya (Foto: AP Photo)
zoom-in-whitePerbesar
Rohingya (Foto: AP Photo)

Pemerintah Bangladesh berencana memindahkan para pengungsi Rohingya asal Myanmar ke pulau buangan. Rencana ini sebetulnya telah ada sejak beberapa tahun lalu namun dibatalkan karena protes dari kelompok HAM.

Diberitakan Reuters, Selasa (31/1), saat ini ada sekitar 65 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh yang lari dari penindasan di Myanmar. Pemerintah Bangladesh menganggap warga etnis Muslim Rohingya ini berpotensi mengganggu perkembangan sektor pariwisata di negara mereka.

Akhirnya pemerintah Bangladesh memulai kembali rencana memindahkan para pengungsi ke pulau Thengar Char. Rencana ini sebelumnya bergulir pada 2015, namun menuai amarah para aktivis HAM.

Pasalnya, pulau itu tidak layak huni. Setiap kali gelombang pasang, pulau itu terendam air. Tidak jelas bagaimana Rohingya akan bisa hidup di pulau tersebut.

Dalam situs pemerintah Bangladesh pada 26 Januari lalu, pemerintah Dhaka telah membentuk tim komisi pemantau pengungsi Rohingya agar tidak bercampur baur dengan warga setempat.

Pengungsi Rohingya (Foto: AP Photo/S. Yulinnas)
zoom-in-whitePerbesar
Pengungsi Rohingya (Foto: AP Photo/S. Yulinnas)

Bangladesh juga tengah mendata pengungsi Rohingya yang akan dikirim ke pulau buangan untuk sementara sebelum dipulang ke Myanmar.

Pejabat senior Bangladesh di Kementerian Dalam Negeri mengatakan proses pemindahan para pengungsi ke pulau itu butuh waktu. Jika memang dirasa "pulau itu tidak bisa ditinggali, maka pemerintah akan membuatnya bisa ditinggali."

Rohingya dijuluki sebagai etnis paling teraniaya di seluruh dunia karena tidak memiliki kewarganegaraan dan menjadi sasaran diskriminasi di Myanmar. Pada tahun 2012, ratusan Rohingya tewas terbunuh dalam kerusuhan yang melibatkan kelompok radikal Buddha Rakhine.

Pemerintah Aung San Suu Kyi juga bergeming, tidak melakukan perbaikan kesejahteraan bagi Rohingya. Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian, juga tidak tergerak untuk mengupayakan pemberian kewarganegaraan kepada Rohingya.