Bangladesh Kirim Sembako ke Ribuan PSK Selama Penutupan Rumah Bordil

Pemerintah Bangladesh berkomitmen untuk memberikan suplai makanan kepada ribuan pekerja seks komersial (PSK) selama penutupan rumah bordil imbas pandemi virus corona.
Pada 20 Maret lalu, pemerintah menutup 12 rumah bordir resmi, termasuk di Daulatdia, Dhaka, yang menjadi tempat bagi 1.500 PSK. Penutupan yang diberlakukan hingga 14 April itu pun membuat para PSK meminta bantuan kepada pemerintah untuk menyuplai kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah pun berjanji memberikan mereka paket sembako berisi 30 kg beras, pembebasan uang sewa, dan uang sekitar Rp 400 ribu. Paket sembako itu sudah mulai didistribusikan sejak pekan lalu, sementara bantuan berupa uang belum diberikan.
“Kami tidak akan memberikan bantuan ke mereka hanya sekali. Karena, tujuan kami adalah mendukung mereka secara kontinyu karena kami belum tahu kapan virus ini akan bertahan,” ujar pejabat daerah Dhaka, Rubayet Hayat, seperti dikutip Reuters.
“Kami telah meminta kepada kementerian terkait untuk bantuan finansial. Sedang diproses,” lanjutnya.
Bantuan uang itu sangat dinantikan oleh PSK. Pasalnya, uang akan dipakai untuk membeli obat-obatan. Hingga saat ini, Bangladesh memiliki 120 kasus positif corona dengan 12 kematian.
“Kami punya beras, tapi bagaimana dengan daging, ikan, dan bumbu? Kami masyarakat yang rentan, dan tanpa uang, situasi akan semakin buruk,” kata salah seorang PSK, Kalpona.
Di Bangladesh, PSK merupakan profesi yang legal meski masih dipandang bertentangan dengan moral masyarakat di sana yang mayoritas adalah Muslim.
