Bangunan 3 Lantai di Ring Road Medan Roboh

Sebuah bangunan bertingkat di Ring Road Kecamatan Medan Sunggal, roboh dan menimpa rumah warga di sampingnya, Senin (8/4) sore. Akibat kejadian tersebut, satu orang terluka.
Bangunan tersebut terdiri dari tujuh rumah toko dan tiga tenant, yakni Ayam Cabe Yogya, Big White Coffee Tea Tarik, dan Venezia Refleksi Family. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian, bangunan tersebut tengah direnovasi sehingga tidak ada aktivitas jual-beli di dalamnya.
"Bangunan ini sedang tahap renovasi. Awalnya tiga (tingkat), mau direhab jadi 5 tingkat. Masih (lantai) empat, sudah rubuh," tutur pengawas bangunan, Bayu, di lokasi, Senin (8/4).
"Tidak ada korban (dari pekerja). Para pekerja sudah pulang semua," imbuhnya.
Salah satu warga yang rumahnya tertimpa, Toga Manurung, menyebut peristiwa itu terjadi setelah salat maghrib. Tiba-tiba, bangunan tiga tingkat itu rubuh dan menimbulkan guncangan hebat.
"(Guncangannya) seperti pesawat mau jatuh. Koral batunya mengenai rumah kami," kata Toga di lokasi, Senin (8/4).
Akibat kejadian itu, anak Toga mengalami luka di bagian kepada dan bahu karena tertimpa batu. Saat ini, ia sudah dibawa ke rumah sakit untuk diberi tindakan medis.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Medan Komisi IV Ilhamsyah menilai ada yang salah dari konstruksi bangunan tersebut. Ia yang kebetulan berada di lokasi menyebut, akan segera merapatkan insiden ini ke DPRD Medan agar tidak terulang kembali.
"Kalau kita lihat, keadaan bangunan ini sekarang rata dengan tanah, pasti ada yang salah dengan konstruksinya. TRTB (Tata Ruang Tata Bangunan) harus bertanggungjawab, karena setiap bangunan tidak tahan dengan tekanan dari atas," tutur Ilhamsyah.
Ia juga menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keamanan dan instansi terkait untuk mengetahui apakah ada korban jiwa atau tidak dalam insiden ini. Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri masih mengamankan gedung tersebut dan melakukan identifikasi.
"Masih dicek. Tim sedang bekerja," ucap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto.
