Bangunan Cagar Budaya SDN Ungaran 1 Yogya Rusak, Khawatir Bahayakan Siswa
ยทwaktu baca 2 menit

Sebuah bangunan cagar budaya yang digunakan sebagai aula di SDN Ungaran 1 Kota Yogyakarta nyaris ambrol di bagian plafonnya. Pihak sekolah khawatir hal ini akan membahayakan siswa.
"Itu bangunan cagar budaya yang tidak boleh diubah apa pun. Namanya cagar budaya kan kita mengubah enggak boleh," kata staf TU SDN Ungaran 1, Aan Ardiyanto, ditemui di kantornya, Kamis (4/7).
Ia mengatakan, aula itu biasa digunakan siswa untuk berolahraga ketika hujan.
"Itu aula gede ketika hujan anak-anak masuk situ. Olahraga, seni tari juga di situ. Ekstrakurikuler juga di situ. Jadi itu gedung utama yang digunakan untuk mem-backup ketika musim hujan," bebernya.
Kerusakannya, kata Aan, ada di bagian ternit dan usuk-usuk yang mulai dimakan rayap.
"Kalau dibiarkan terlalu lama bisa ambal tenan (beneran)," jelasnya.
Lapor ke Dinas
Kerusakan sudah terjadi sekitar satu tahun. Selama ini sekolah berusaha merawat dengan anggaran sekolah.
"Ketika ternit jebol kita pakai anggaran sekolah untuk mengganti itu. Tapi kan kita nggak bisa full maintenance," bebernya.
Menurutnya harus ada pembongkaran yang lebih besar agar kerusakan di bangunan tersebut tak meluas.
"Karena kemarin hujan dan rayap, kerusakannya mungkin melebar. Sekolah mengambil tindakan kita coba lapor ke dinas. Apakah nanti ada solusi dari pihak yang menangani cagar budaya ini," katanya.
Kata Dinas Kebudayaan
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan selama ini ada program untuk merehab bangunan cagar budaya. Maka dari itu akan dilakukan pengecekan.
"Saya cek dulu, terkait proses untuk merehab atau merenovasi bangunan cagar budaya milik pemerintah," kata Yetti.
Dia mengatakan akan ada tim yang mensurvei ke lokasi.
"Karena kami juga selalu punya program untuk menetapkan yang mau direnov ataupun direhab melalui dewan warisan budaya Kota Yogyakarta itu kan kami ada tim yang kemudian membantu kami dalam rangka untuk itu," katanya.
Dia menjelaskan, proses renovasi atau rehab bangunan cagar budaya tak bisa langsung dilakukan harus ada kajian dahulu sebelumnya.
"Ya, itu memang melihat aspek manfaat dan pelestarian harus berjalan selaras, nah ini yang memang akan kita prioritaskan, khususnya bangunan yang masih difungsikan untuk masyarakat," pungkasnya.
