Banjir 1,5 M Rendam Permukiman Kebon Pala Kampung Melayu, 100 Rumah Terdampak
ยทwaktu baca 3 menit

Banjir setinggi 1,5 meter sempat merendam permukiman warga di Jalan Kebon Pala 2, Kampung Melayu, Jakarta Timur, setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) pagi.
Berdasarkan pantauan kumparan pukul 13.52 WIB, genangan di RT 13 RW 04 Jalan Kebon Pala 2 kini mulai berangsur surut. Ketinggian air tercatat sekitar 33 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.
Sejumlah warga terlihat berada di depan rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan genangan yang sempat masuk ke dalam rumah.
Ketua RT 13 RW 04, Sanusi (58), mengatakan banjir mulai terjadi sejak Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB.
"Kemarin sore pukul 17.30 air udah mulai (banjir) keluar itu," ujar Sanusi saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Minggu (8/3) sekitar pukul 03.00 WIB.
"150 senti (tertinggi). Jam 3 tadi pagi," sambungnya.
Saat itu, air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Di rumah Sanusi, ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Sementara di beberapa titik lain, genangan bahkan mencapai setinggi dada orang dewasa atau sekitar 1 meter.
"Sedengkul (di tempat saya). Ada yang sedada kalau yang di ujung sana tuh," ungkapnya.
100 rumah terendam
Sanusi menyebut sekitar 100 rumah warga terdampak banjir kali ini. Rumah-rumah tersebut tersebar di dua wilayah, yakni RT 13 RW 04 dan RT 11 RW 05.
"Ada lah 100 rumah mah, dari dua RT ini. 13 RW 04, 11 RW 05," ujarnya.
Ia menjelaskan banjir mulai berangsur surut sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Meski begitu, sebagian rumah yang berada di dekat Kali Ciliwung masih tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.
"Ada sih sebagian, di ujung. Masih sedengkul lah," kata Sanusi.
Kesaksian warga
Salah satu warga RT 13 RW 04, Wira (50), mengatakan air naik secara tiba-tiba pada Sabtu sore. Genangan awalnya terlihat di sekitar mushola sebelum akhirnya meluas ke permukiman warga.
"Banjirnya dadakan. Dari sore habis buka puasa tuh udah ada air tuh di mushola. Masuk jam 10, sepinggang di dalam rumah," ungkap Wira.
Saat banjir datang, ia bersama keluarganya langsung mengangkat barang-barang ke lantai dua rumah untuk menghindari kerusakan.
Menurutnya, air baru mulai surut pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
"Pagi ini, jam 5 sih itu ini udah ada surut," tuturnya.
Wira mengatakan, kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir saat hujan deras karena luapan Kali Ciliwung. Ia berharap rencana pembangunan tanggul untuk menahan luapan sungai dapat segera direalisasikan.
"Katanya mau ada bikin tanggul ya mudah-mudahan ya udah enggak banjir lagi nanti. Kemarin kan udah ada yang ngukur-ngukur itu udah dateng dari pemerintah gitu," ucap Wira.
