Banjir Bandang dan Longsor Pekalongan: 15 Orang Tewas, 9 Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto tahun 2024: Banjir di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2024). Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Foto tahun 2024: Banjir di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2024). Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Sebanyak 15 orang tewas usai banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara 9 orang lainnya masih hilang.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi, mengatakan banjir bandang dan longsor itu menerjang kawasan tersebut pada Senin (20/1) pasca-hujan deras yang mengguyur.

"Sementara 15 orang meninggal dunia dan 9 orang dilaporkan masih hilang," ujar Bergas kepada wartawan, Selasa (21/1).

Mereka yang terbawa banjir bandang rata-rata merupakan pemancing di sungai yang berada di desa tersebut. Selain itu, ada beberapa warga yang terseret banjir saat berteduh.

"Ada pemancing ada orang yang lagi berteduh terus terbawa banjir bandang. Semuanya di Petungkriyono," jelas dia.

Foto tahun 2024: Banjir bandang menerjang Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Pelakongan. Foto: Kutnadi/Antara

Selain itu, salah satu rumah milik warga bernama Kodir juga terkena material longsor. Kodir dan istrinya selama namun tiga anak mereka tertimbun longsor.

"Korban meninggal dunia ada yang kena longsor ada yang (banjir) bandang," kata Bergas.