Banjir Bandang di Perumahan Ngaliyan Semarang Diduga Akibat Alih Fungsi Lahan
·waktu baca 2 menit

Banjir bandang menerjang perumahan di Tambak Aji, Ngaliyan, Kota Semarang pada Senin (7/11).
Plh Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengatakan banjir diduga disebabkan karena alih fungsi lahan di hulu Sungai Beringin.
"Ke depan saya kira memang harus perlu ada evaluasi kembali terhadap perubahan fungsi lahan di daerah atas karena (Kali) Beringin itu kan sebetulnya telah kita evaluasi dengan kapasitas yang sudah dihitung yah sampai sekian puluh tahun, tapi mungkin ada apa di daerah atas sehingga kita harus investigasi kembali," ujar Iswar di lokasi.
Ia menjelaskan, perubahan fungsi lahan di hulu sungai yang terletak di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, membuat debit air tidak terbendung. Sehingga sungai meluap dan tanggul jebol.
"Pada daerah Ungaran Barat biasa memang kondisi ketika terjadi hujan tinggi maka dampaknya ke bawah. Karena banjir kanal barat maupun sungai lainnya hulunya dari atas," jelas dia.
Pemkot Semarang fokus memperbaiki aliran sungai yang mengalami kerusakan. Sehingga air bisa mengalir dengan lancar.
"Untuk perbaikan sementara aliran sungai mulai kita perbaiki karena kemarin terjadi apalagi kerusakan yang besar kita harus kembalikan itu. Jadi jangan sampai kemudian ada bencana selanjutnya. Kita perbaiki dulu talud-taludnya," tegas Iswar.
Sementara Camat Ngaliyan, Moeljanto, menyebut ada dua titik di wilayahnya yang sempat terendam banjir. Yakni Kelurahan Wonosari dan Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambak Aji.
"Jumlah warga terdampak banjir akibat limpasan air di Perum Wahyu Utomo ada 70 KK sedangkan di Wonosari sekitar kurang lebih 200 KK," sebut dia.
Ia telah menginstruksikan para lurah untuk mengidentifikasi daerah yang rawan terkena musibah banjir. Lurah juga diminta membuat pengungsian untuk antisipasi.
"Ketika sudah ada peringatan dari BMKG bahwa ada cuaca ekstrem kami sudah perintahkan masing-masing lurah untuk mengidentifikasi tempat-tempat yang bisa untuk evakuasi yakni di tempat ibadah, fasilitas gedung SD, balai-balai yang cukup tinggi dari yang biasanya terlimpas air," kata Moeljanto.
"Jadi kita sudah siapkan itu dan tim. Kami juga sudah siapkan dapur umum. Intinya sejak ada peringatan dari BMKG cuaca ekstrem, sudah kita siapkan semua," tutuo dia
