Banjir dan Longsor Landa 3 Kabupaten di Sumut: 13 Tewas, 1.902 Rumah Terdampak
·waktu baca 3 menit

Banjir dan longsor melanda Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Selasa (25/11). Akibatnya, ribuan rumah terdampak dan 13 orang dilaporkan tewas.
"Empat wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, yang meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bertubi-tubi pada hari Senin (24/11) dan Selasa (25/11)," kata Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu (26/11).
Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebut korban tewas dalam peristiwa ini sebanyak 13 orang, dengan sebaran 9 tewas di Tapanuli Selatan dan 4 di Tapanuli Tengah.
Kota Sibolga
Hasil laporan sementara yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11), pukul 07.00 WIB, dari Kota Sibolga menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan deras selama lebih dari dua hari telah memicu banjir dan tanah longsor.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara; Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan; serta Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru di Kecamatan Sibolga Kota.
Dari laporan visual, banjir mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan, hingga merusak infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus air juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga.
Untuk tanah longsor, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara. Berikutnya, Kelurahan Parombunan dan Aek Manis di Kecamatan Sibolga Selatan; Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas; serta Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru, dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota.
Dalam musibah ini, satu warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan oleh tim kesehatan. Kerugian material sementara mencakup 3 unit rumah terdampak, termasuk 1 ruko. Beberapa akses jalan juga terdampak sehingga mengganggu mobilisasi warga.
Tapanuli Selatan
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir dan tanah longsor menyebabkan 9 warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 warga terpaksa mengungsi.
Hasil kaji cepat BNPB sementara menyebutkan bencana ini berdampak pada 11 kecamatan: Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais.
BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga.
Sementara itu, sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. BPBD dan tim gabungan melakukan pendataan serta merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan–Silantom sebagai akses sementara.
Tapanuli Tengah
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan: Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. Banjir ini juga menewaskan 4 warga.
BPBD Tapanuli Tengah dan tim gabungan telah mendirikan tenda pengungsian serta mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Tapanuli Utara
Sementara itu di Tapanuli Utara, terdapat 19 kepala keluarga yang mengungsi. Selain itu, lima unit rumah rusak berat, 64 unit rumah rusak ringan, empat titik ruas jalan rusak, dan satu jembatan terputus.
