Banjir dan Tanah Longsor Hantam Afrika Selatan, 59 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir di KwaNdengezi, Durban, Afrika Selatan, Selasa (12/4/2022). Foto: Rogan Ward/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir di KwaNdengezi, Durban, Afrika Selatan, Selasa (12/4/2022). Foto: Rogan Ward/Reuters

Pihak berwenang Afrika Selatan melaporkan pada Selasa (12/4/2022) sedikitnya 59 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di kota pelabuhan Durban. Bencana terjadi setelah badai hujan menghantam kota tersebut.

"Banyak orang kehilangan nyawa mereka, metro Durban saja melaporkan 45, sementara di distrik iLembe lebih dari 14 telah kehilangan nyawa secara tragis," kata pemerintah provinsi dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari AFP.

Gubernur Sihle Zikalala mengatakan lebih dari 2.000 rumah dan 4.000 gubuk telah rusak. Lebih dari 140 sekolah dilaporkan terkena dampak banjir.

Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir di KwaNdengezi, Durban, Afrika Selatan, Selasa (12/4/2022). Foto: Rogan Ward/Reuters

Pemerintah menyebut, bencana itu telah menimbulkan malapetaka dan kerusakan besar pada kehidupan masyarakat maupun infrastruktur kota.

Malapetaka tersebut telah mempengaruhi semua ras dan golongan dari daerah pedesaan, kota-kota, hingga perkebunan mewah.

"Ini adalah korban yang tragis dari kekuatan alam dan situasi ini membutuhkan tanggapan yang efektif dari pemerintah," kata Presiden Cyril Ramaphosa yang akan mengunjungi Durban, pada hari Rabu (13/4/2022).

Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir di KwaNdengezi, Durban, Afrika Selatan, Selasa (12/4/2022). Foto: Rogan Ward/Reuters

Sebelum bencana terjadi, hujan deras selama berhari-hari terus membanjiri beberapa daerah. Hujan juga turut menyebabkan tanah longsor dan memaksa layanan kereta api dihentikan.

Derasnya air hujan dilaporkan telah membanjiri jalan raya kota hingga setinggi lampu lalu lintas dan menyerupai periskop kapal selam.

Peti kemas yang hanyut terbawa banjir akibat hujan lebat, di Durban, Afrika Selatan, Selasa (12/4/2022). Foto: Rogan Ward/Reuters

Banjir juga disertai Angin puting beliung. Sejumlah jembatan hancur lebur akibat embusan angin kencang. Bencana ini juga menyebabkan truk kontainer pengiriman bertumpuk jatuh.

Departemen Penanggulangan Bencana Provinsi KwaZulu-Natal telah mendesak warga untuk tetap tinggal di rumah. Departemen juga memerintahkan orang-orang yang tinggal di daerah dataran rendah untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Penulis: Sekar Ayu.