Banjir di Banjarmasin Belum Surut Imbas Kiriman Air Sungai dan Laut Pasang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menuntun sepedanya melintasi banjir yang merendam Jalan Prona di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (14/1).  Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga menuntun sepedanya melintasi banjir yang merendam Jalan Prona di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (14/1). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Banjir di Banjarmasin, Kalsel, dilaporkan belum surut. Di hari keempat, Minggu (17/1), ketinggian air semakin tinggi karena air laut pasang dan air kiriman dari hulu.

Kota Banjarmasin terletak di paling hilir Sungai Martapura. Karena lupaan dari air sungai tersebut, ketinggian air di pemukiman warga semakin naik.

"Malam tadi selain pasang tinggi juga kiriman air dari hulu dan daerah tetangga sudah mengisi ke sungai-sungai kita," ujar Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dispupr) Kota Banjarmasin Hizbulwathoni seperti dilansir Antara, Minggu (17/1).

Menurut Thony, sapaan akrabnya, air laut pasang yang masuk ke seratus lebih sungai-sungai di Kota Banjarmasin, dengan intensitas yang masih sama dengan kemarin (16/1).

"Kalau pasang tingginya diprediksi hingga besok (18/1), lalu akan berangsur-angsur menuju pasang normal, kita perkirakan tanggal 21 Januari pasangnya sudah normal," ujarnya.

Ia menambahkan, yang belum bisa diprediksi adalah air kiriman dari hulu Sungai Martapura. Sebab, daerah yang berdekatan dengan Banjarmasin, seperti Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru mengalami banjir parah.

"Nah, air banjir dari daerah hulu itu yang kita tidak tahu sampai kapan berakhirnya, sehingga kita tetap waspada," paparnya.

Banjir di daerah Sungai Andai, Banjarmasin Utara memang naik dari hari sebelumnya, bahkan sebagian warga harus mengungsi ke tempat aman, karena air sudah masuk ke dalam rumah.

Kota Banjarmasin telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir pada 15 Januari 2021. BPBD Kota Banjarmasin menyampaikan sekitar 9.600 jiwa menjadi korban banjir, bahkan sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman.

embed from external kumparan