Banjir di Pelabuhan Tanjung Emas Sudah Surut, BMKG Imbau Tetap Waspada Rob

30 Mei 2022 19:22
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Suasana Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pasca banjir rob, Senin (30/5/2022). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pasca banjir rob, Senin (30/5/2022). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
ADVERTISEMENT
Banjir rob yang merendam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, telah surut. Aktivitas di pelabuhan pun kembali normal. Banjir yang sempat merendam di kawasan itu hingga 1,5 meter selain karena rob juga akibat jebolnya tanggul di kawasan industri setempat.
ADVERTISEMENT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di Jawa Tengah mulai tanggal 30 Mei hingga 7 Juni 2022.
Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Ganis Erutjahjo, mengatakan, meski tidak separah rob pekan lalu, namun rob minggu ini masih dibarengi dengan peristiwa Perigee.
"Jadi masyarakat yang tinggal di pesisir Jateng dan wilayah lain supaya waspada karena saat ini bulan baru, biasanya pasang itu terjadi pada bulan baru dan purnama. Ini bersamaan dengan peristiwa Perigee (jarak bumi dan bulan posisi terdekat) yang dikhawatirkan berdampak pada peningkatan muka air laut," ujar Ganis kepada wartawan, Senin (30/5).
Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Ganis Erutjahjo. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Ganis Erutjahjo. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Seminggu ke Depan Gelombang Tenang

Ganis menjelaskan, dalam seminggu ke depan kondisi gelombang di perairan Jawa Tengah cenderung tenang, tidak setinggi pekan lalu. Termasuk kecepatan angin.
ADVERTISEMENT
"Untuk kondisi gelombang sampai dengan 1 minggu ke depan relatif tenang. Artinya tinggi gelombang jauh dengan saat kejadian kemarin yang kategori sedang berkisar 1,25 - 2,5 meter. Sedangkan saat ini, meskipun puncak pasang, kategorinya tenang 0,1-0,5 meter. Lalu, kecepatan angin relatif lebih tenang, berkisar antara 2-10 knots. masih cukup aman untuk gelombang maupun pasangnya," jelas dia.
Sejumlah karyawan kawasan industri pelabuhan berjalan menerobos banjir limpasan air laut ke daratan atau rob seusai membersihkan pabrik mereka di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2022). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah karyawan kawasan industri pelabuhan berjalan menerobos banjir limpasan air laut ke daratan atau rob seusai membersihkan pabrik mereka di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2022). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Meski begitu jika dalam pantauan ada perubahan kondisi gelombang dan angin maka pihaknya akan segera mengeluarkan peringatan.
"Tapi tidak menutup kemungkinan apabila kami amati ada potensi peningkatan. Saat ini posisi bumi dan bulan masih dalam posisi Perigee atau terdekat, gaya gravitasinnya lebih besar dari bulan lainnya makanya Mei dan Juni itu merupakan puncak pasang tertinggi," terang dia.
ADVERTISEMENT

Imbauan Walkot Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta perusahaan yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas untuk memperhatikan kondisi tembok tanggul laut mereka.
"Perusahaan, dicek kalau punya talut dan pagar yang berbatasan dengan laut pasang yang sekiranya kondisinya tidak baik, mumpung pasang rob tidak tinggi ya diperkuat supaya tidak lagi terjadi seperti tanggal 23, 24 ,25 kemarin," tegas dia.
Pria yang akrab disapa Hendi itu juga meminta masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk bersiaga menghadapi banjir rob.
"Saya harap ada kewaspadaan yang lebih tinggi dari teman-teman di pesisir. Kalau terjadi (rob tinggi) bisa (mengungsi) ke rumah saudaranya," kata Hendi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020