Banjir di Porong: Akses Surabaya-Malang Terendam, Ini Jalur Alternatifnya
·waktu baca 2 menit

Banjir merendam wilayah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (17/6). Akses jalan raya Surabaya - Malang wilayah Desa Siring, Kecamatan Porong, sempat lumpuh total pada Senin (16/6) malam.
Salah satu warga Porong, lzza, mengatakan hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin malam.
"Kemarin hujan deres dari Maghrib sampai setengah 10 malam. Jalan Surabaya-Malang (hari ini) aman, tapi yang banjir parah itu depannya lumpur Lapindo pas. Tadi malam lumpuh total, (sepanjang jalan yang terendam banjir) paling 200 meter," kata Izza saat dikonfirmasi, Selasa (17/6).
Izza menyampaikan, hari ini genangan air sudah mulai berkurang. Namun, genangan masih terlihat di sekitar lumpur Lapindo, Porong.
"Saya tadi lewat jalan alteri alternatif. Iya kelihatan (masih ada genangan). Kebanyakan lewat alteri. Sebagai warga Porong, kami sudah hafal," ucapnya.
"Masih tadi, ada yang lewat (jalan raya depan lumpur Lapindo) tapi sepeda motor sedikit, kebanyakan mobil kayaknya," ucapnya.
Rendam Dua Wilayah
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno, mengatakan banjir ini merendam dua wilayah Porong, yakni Desa Kedungbanteng dan jalan raya Surabaya - Malang, Desa Siring.
Saat ini, genangan air di wilayah Kedungbanteng mulai turun.
"Hingga saat ini banjir di jalur Surabaya-Malang Desa Siring hanya di jalan raya, air tidak sampai ke permukiman warga," kata Satrio.
Satrio menyampaikan, ketinggian air di jalan raya Surabaya-Malang kurang lebih sekitar 150 cm.
Ia mengimbau untuk para pengguna jalan Surabaya-Malang ataupun sebaliknya tidak melewati wilayah tersebut dan dapat melewati jalur alternatif di Jalan Raya Tol Porong-Gempol.
"Empat unit pompa air dari Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo di Desa Siring saat ini dioperasikan dengan mengarahkan pembuangan air menuju waduk Lapindo dan waduk Ketapang sebagai solusi untuk mengurangi dampak banjir di jalan raya Surabaya-Malang Desa Siring, Kecamatan Porong," terangnya.
