Banjir di Sulawesi Utara, Ribuan Jiwa Mengungsi

Banjir dan longsor terjadi di 11 kelurahan dan 4 kecamatan di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Bencana itu terjadi akibat kiriman air dari hujan deras yang terjadi Gunung Dua Saudara.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan akibat peristiwa ini, 1.130 rumah terendam setinggi 80 centimeter hingga 120 centimeter.
"1.246 kepala keluarga terkena dampak langsung, sehingga 4.510 jiwa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman," kata Sutopo, Minggu (12/2).
Dari seluruh korban banjir yang mengungsi, paling banyak berasal dari Kecamatan Aer Tembaga. Kawasan yang terkena dampak paling parah.
Sedangkan longsor akibat banjir kiriman terjadi di Kelurahan Pandurusa, Kecamatan Aer Tembaga, Kelurahan Mawali, dan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara, dan Kelurahan Pakusungan, Kecamatan Lembeh Selatan. "Dua orang luka berat tertimpa longsor," kata Sutopo.
Hingga keterangan resmi dari PNPB diterima, hujan dikabarkan masih mengguyur kawasan tersebut. Hal tersebut, disebut Sutopo, mempersulit evakuasi. Apalagi akses jalan menuju daerah terdampak sulit dilalui dan tidak adanya sinyal telepon genggam.
Saat ini, jelas Sutopo, korban banjir dan longsor kekurangan bahan makanan, air bersih, dan peralatan kebersihan.
