Banjir Kembali Rendam Permukiman di Pidie Jaya, Belasan Gampong Terdampak
·waktu baca 2 menit

Banjir kembali merendam permukiman warga di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, Rabu (24/120. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat banjir melanda belasan gampong (desa) yang tersebar di tiga kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, M Nur, mengatakan banjir terjadi akibat meluapnya Krueng atau Sungai Meureudu yang tidak mampu menampung debit air hujan.
“Banjir yang melanda belasan gampong dalam tiga kecamatan tersebut akibat meluapnya Krueng/Sungai Meuredu,” kata M Nur, dikutip dari Antara, Kamis (25/12).
Banjir luapan sungai tersebut berdampak pada tujuh gampong di Kecamatan Meurah Dua, yakni Dayah Usen, Mancang, Dayah Kruet, Meunasah Raya, Blang Cut, Buangan, dan Menasah Raya.
Selain itu, banjir juga merendam sejumlah gampong di Kecamatan Meureudu, meliputi Gampong Berawang, Menasah Lhok, Grong-Grong Beuracan, serta Mesjid Tuha–Lhokga.
Sementara di Kecamatan Bandar Dua, banjir dilaporkan menggenangi Gampong Juelanga, Gampong Alue Keutapang, Paya Pisang Klat, Alue Mee, Babah Krueng, Blang Kuta, Drien Tujoh, dan Alue Sane.
Nur menambahkan, saat ini tim gabungan telah disiagakan di lokasi terdampak. Warga juga diminta untuk tetap waspada dan berada di tempat yang lebih aman.
“Kita berharap intensitas hujan berkurang sehingga air yang merendam belasan gampong segera surut kembali,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Pidie Jaya. Ketinggian air di setiap gampong dilaporkan bervariasi, bergantung pada kondisi lokasi dan luapan sungai.
